Senja siaran 🙂

Eng ing eng, inilah siaran perdana buku ‘Cheers, UK!’ di radio. Selamat datang di ProResensi-nya RRI Pro2 FM *sambil menyanyikan jingle-nya.. RRI Pro Dua FM.. Jaakaartaaa…*

Ini kali pertama gw menginjakkan kaki di Gedung RRI. Seumur-umur rasanya gak pernah ke sini.

RRI Pro2 FM

Lobinya sih kayak gedung tak berpenghuni gitu, karena sama sekali gak ada orang. Mungkin karena ini hari Minggu. Naik ke atas, ke lantai 6, lokasi RRI Pro2 FM berada. Pas lagi celingukan karena gak tau Mbak Lia Ahmadi-ProResensi tuh yang mana, eh ketemu temen lama di lapangan dulu, Mbak Lily yang dulu di KCM. Ternyata dia sekarang penyiar part time di Pro1 FM.

Pas kami sampai, sudah ada peserta pertama resensi buku di ProResensi. Eh gatau deng yang pertama atau enggak, pokoknya udah ada yang duduk di ruang tunggu siarannya. Ruang tunggu siaran ini lokasinya mirip ruang produser kalau di KBR68H, minus komputer, karena isinya cuma kursi dan meja buat tamu aja. Ternyata si rombongan ini adalah penulis buku ‘Man Jadda

Ini buku keren banget lho!

Wajada’, Akbar Zainudin.

Setelah giliran mereka usai, baru deh gw masuk. Eng ing eeengg…

Siap-siap duduk. Senja dan Hil ikut masuk juga, karena Mbak Lia gak keberatan. Gw ulang lagi brief gw ke Senja untuk tenang selama di ruang siaran, sambil berharap dia nurut, hihihi. Yak siaran mulai.

Langsung lah itu gw lalala lilili soal buku ‘Cheers, UK!’. Tentunya sudah luar kepala, secara gw mengalami setiap kejadian di dalam buku. Mbak Lia tanya soal beberapa peristiwa yang gw tulis dalam buku, dari soal ketemu si penjaga tas, sahur di London, jalan-jalan paling seru selama di UK, sampai ke hal paling nggak enak yang pernah gw alami di UK. Nah di pertanyaan terakhir gw mikir nih. Abis perasaan gak pernah ada kejadian buruk menimpa gw di UK. Yaaahh kena denda perpustakaan sampai 15 pounds buruk siy.. hampir kena denda Tesco juga buruk siy… tapi kan itu jadi lucu-lucuan dogol aja, hihihi.

Peresensi, penulis, calon penulis 😉

Gw gak kebayang gimana tampilan ProResensi ‘Cheers, UK!’ ini di udara, secara sepanjang setengah jam kami berbincang, suara Senja selalu jadi backsound, hahaha. Yang dia panggil-panggil gw lah, yang dia cari-cari perhatian gw lah, sampai dia yang bilang,’Iya Senja jadi diem’tapi sambil ngomong kenceng-kenceng, hahaha…

Ini jadi setengah jam bersiaran yang sangat menyenangkan. Hehe, secara gw juga udah lama banget gak siaran, jadi kerasa lagi betapa asiknya bersiaran. Apalagi kalau membahas hal-hal menyenangkan dalam itu buku, hihihi.

Advertisements