Kabar duka lewat Facebook itu datang kemarin pagi. Dedy Nur Hidayat, DNH, meninggal dunia.

Duh.

Mas Dedy ini dulu dosen penguji gw waktu sidang skripsi. Pada saat itu, banyak yang menghindar dapat dosen penguji Mas Dedy. Gw malah seneng, karena dia terkenal kritis. Gw ingin merasakan itu. Begitu gw kelar sidang skripsi, yang ada malah gw makin jatuh cinta sama Mas Dedy (dan sebel sama dosen pembimbing gw). Karena apa yang dia tanyain itu persiiiisss dengan apa yang gw tanyain ke dosen pembimbing gw (tapi trus diabaikan aja sama dosen pembimbing gw itu huh).

Karena itu, nama Mas Dedy yang langsung pop up di kepala gw begitu harus cari surat rekomendasi untuk urusan aplikasi sekolah S2, salah satunya ke SOAS. Gw tadinya ragu-ragu mau ngontak dia. Siapalah gw sehingga dia mesti inget sama gw kan? Pada akhirnya sih gw gak pernah bener-bener tau, dia inget gw atau enggak, hehe. Yang jelas dia welcome ketika gw minta rekomendasi dari dia. Superb.

Setelah itu urusan bikin surat rekomendasi pun dimulai. Gw akhirnya ketemu sama dia di sebuah rumah di Jalan Proklamasi. Ada tukang jualan soto di depannya, yang dijadiin patokan sama Mas Dedy. Di situ kami bereskan soal surat rekomendasi. Ah betapa dia sangat welcome pada keinginan gw untuk sekolah lagi.

Ketika akhirnya gw keterima di SOAS, gw lapor lagi sama dia. Memberitahukan kabar gembira itu. Sembari trus gw juga mulai sok-sokan belajar-belajar lagi ilmu soal media, dengan mendatangi perpustakaan S2-nya Komunikasi di Salemba. Di situ gw sempet ngobrol lagi sama dia.

Mas Dedy ini penampilannya unik. Old school banget, hehe. A bit clumsy too. Yang khas dari Mas Dedy adalah ngomongnya yang agak gagap. Karena itu juga gw gak pernah berani ngusulin dia jadi narsum buat acara di kantor gw, karena secara auditif kan gak terlalu oke. Walaupun tentu saja Mas Dedy ini tetap sangat mempesona buat gw.

Dalam satu perbincangan gw sama dia, dia nyuruh gw untuk mengajar setelah kelar S2. Abis itu untuk terus lanjut ke S3 dan bikin penelitian. Gw ngajar? Gw S3? Gw bikin penelitian? Gw bengong.

Sebagian dari itu udah saya lakukan, Mas. Thanks for supporting my study back then.

Membaca soal dia di Twitter makin bikin hati jadi sedih. He’s such a great man.

@ifahmi: I’ll be a damned fool teacher if my students remain nothing but “my students”, speaking cut & paste words from my thoughts -Dedy N Hidayat-

@gitaromadhona: Kalau Anda percaya begitu saja apa yg dikatakan dosen atau apa yg dibaca dari buku, maka karier akademik Anda tamat”-Prof. Dedy Nur Hidayat

*mata panas*

Btw, kaos yang dipakai Mas Dedy ini terasa sangat pas. Dia meninggal saat Obama datang. Titi dj ya Mas.

Advertisements