Tags

, , ,

Hari ini adalah jatah launching buku di Bandung, masih bareng Education UK Exhibition. Kali ini venuenya di Novotel, Cihampelas. Gw berangkat bareng rombongan British Council dan perwakilan uni yang akan presentasi. Kalau di Jakarta ada 18 uni yang presentasi, maka di Bandung menyusut jadi 7. Venuenya juga lebih kecil.

Gw sorangan wae berangkatnya, karena gw-Hil masih ababil gitu mendingan Senja nginep atau enggak; karena ngeri Senja kecapekan gitu. Tapi begitu nyampe Bandung dan baru lapor Deasy kalau kayaknya gak nginep, eh baru deh ketauan kalau udah di-check-in-kan sama Deasy. Langsung diatur ulang deh semuanya sama gw dan Hil, sementara Senja ditanya lagi apakah mau nyusul gw atau enggak. Eh ternyata mau. Yo wis, nyusul lah Hil-Senja dari Jakarta.

Gagas Bandung

Pas lagi sruntulan di tengah persiapan pameran oleh British Council, datanglah orang Gagas Media. Mereka ini yang perwakilan Bandung, karena akan buka booth di acara ini. Gw masih ngikik kalo inget gimana mereka melafalkan judul buku gw, kekekek. Karena si Mas dari Gagas itu melafalkan ‘UK’ yang mestinya [yu-ke] dengan [uk]. Jadilah judul buku gw terdengar menjadi [cirs uk], hihihi. Ah untunglah saat itu gw mampu menahan diri untuk gak langsung cekikikan, hihihi.

Yang datang untuk tanya-tanya soal sekolah itu banyak juga. Lumayan banyak antrian di ruangan yang bersebelahan dengan tempat launching buku. Jadilah ketika deket-deket jam 15, peserta pada digiring dari tempat konsultasi ke tempat launching buku. Si Mbak MC sempet kagok-kagok gitu pas sok improve mbacain back cover buku gw sebagai bentuk undangan ke tempat launching, sampai gw dan Mas  Andrias sempet pandang-pandangan dengan wajah aneh keheranan denger si Mbak.

Eng ing eng, launching buku pun dimulai! *Gw rasa Mas Andrias udah bosseeeen banget dengerin cerita soal buku gw kikikikik*

Karena acara hari ini tuh pembicaranya ya cuma gw, jadinya ya lebih baik difokuskan pada tanya-jawab aja. Ketika presentasi awal, gw mencoba memberi gambaran umum soal isi buku ini, lantas langsung aja masuk ke sesi ngobrol. Sebagian besar yang tanya adalah mereka yang cari beasiswa. Ada yang masih kuliah, ada yang baru lulus, ada yang lagi les IELTS, ada juga yang udah pernah coba-coba ngontak calon uni-nya. Wah mengagumkan juga yak melihat keniatan mereka, hehe, soalnya gw dulu kan baru kepancing banget cari sekolah begitu kakak gw mengabarkan dia lagi liburan di Yunani. Fyi, kakak gw juga penerima Chevening tahun 2002-2003, sekolahnya sama-sama di University of London juga. Kami memang gadis metropolis sejati lah *kerlingmata*

Setelah kelar launching, tanya-jawab masih berlanjut. Jadilah gw berkumpul bersama 4-5 orang gitu yang ternyata se-geng dan sam-sama lagi struggling cari beasiswa. Waahh kerennya! Mereka bahkan les IELTS sama-sama lhoh, ngaga deh gw! Niatnya top! Mereka banyak tanya soal tips ngisi aplikasinya Chevening, cara nyari sekolah dll. Gw mungkin terdengar ‘menggampangkan’ proses untuk memperoleh Chevening. Yang jelas sih, gw justru ingin mendorong semua orang untuk berani nyoba. Yaaah mana tau keterima atau enggak, yang penting kan usaha dulu biar gak penasaran, hihihi.

Kunjungan kejutan datang dari Widi, sepupu gw. Horeee.. Abis launching kelar, dia bilang kalau tadinya dia mau nanya sesuatu pas gw launching. Dia tanya, gimana menyeimbangkan waktu untuk belajar dan main-main, karena buku gw isinya main-main semua gitu. Hihihi, gw selalu berasa kayak artis kalau ditanya soal beginian. Pun gw bingung kalo ditanya tips, karena semuanya harus dikembalikan pada penempatan prioritas aja. Gw suka ragu ngasi tips, karena jangan-jangan yang gw lakukan itu sebaiknya gak ditiru. Misalnya ngotot pergi ke Scotland pas lagi di tengah-tengah bikin disertasi, apa itu patut ditiru hayo?

Yang asoy adalah tamu terakhir di launching buku ini: Zaky dan Rere. Ini dia Zaky yang ditunggu-tunggu, secara terakhir ketemu itu pas di Manila. Rere ini adalah istrinya, yang lagi hamil 8 bulan. Kami bertemu dengan satu agenda: tukeran buku. Whoaah membanggakan banget toh! Begitu gw kasih buku ‘Cheers, UK!’, Zaky langsung menyodorkan bukunya sambil bilang,’Weits, buku gw lebih gede ukurannya!’ Hahaha sia’ul!

Ketemu teman-teman baru yang pingin sekolah lagi, selalu bikin gw bersemangat. Sekolah itu investasi luar biasa yang harus dikejar dengan sekuat tenaga. Karena itu dengan sekuat tenaga pula  sekolah harus dicari, salah satunya dengan cari beasiswa. Nyari beasiswa itu memang berat, dan sepatutnya berat, karena reward di ujung sana kan ambooyyy maakk..

Jadi ini saatnya menaklukkan negara lain dengan agenda mulia: sekolah 😉 Thanks for coming ya to the ‘Cheers, UK!’ book launching!

Advertisements