Ini seharusnya jenis postingan yang tidak boleh ditunda. Tapi yah begitulah. Saya hanya manusia biasa *ngeles*

Jadi begini. Begitu Gita Romadhona, editor buku ‘Cheers, UK!’ bilang kalau resensi buku ada di majalah Provoke!, gw langsung gelisah dong. Bagaimana cara gw mendapatkan majalah itu? Secara itu majalah itu tipe gratisan dan dibaginya di sekolah-sekolah. Helo? Sekolah? Nah masa gw tiba-tiba dateng ke salah satu sekolah yang dapat jatah Provoke! trus, minta gitu? Aih kan gak muksin.

Jadi gimana dong?

Lantas gw menuju laman web majalah Provoke! Kirain tadinya ada versi digital dari majalah itu di sana gitu. Yah namanya juga ngarep. Setelah upaya panjang mendapatkan Cita Cinta dulu, gw sempet rada hopeless juga. Masa gw mesti berjuang lagi nih untuk mendapatkan ni majalah?

Sekolah? Errr.

Aha, untungnya gw segera menemukan cara berlangganan majalah ini. Secara ini gratisan, kalau langganan cukup bayar ongkos kirim aja. Langganan 6 edisi, Rp 50.000,- Ah cincay! Langsung deh gw isi aja formulirnya, supaya gw bisa mendapatkan majalah Provoke! edisi Janji (nomor 50) ini. Sempet kagok juga pas isi formulirnya, karena ada kolom ‘Sekolah’ yang wajib diisi, hihihi.

Eehh gak lama setelah gw klik ‘Kirim’ di formulir berlanggangan Provoke!, ada yang nawarin ngasih majalahnya ke gw lewat Twitter. Hihihi telat deeeiii… tapi makasiy lhooh.

Gak sampai seminggu kemudian, gw mendapatkan Provoke! di rumah. Yippiieee..

Langsung cari dong, hap hap hap.

Jreenggg ketemu lah bagian resensi buku di halaman 18. Buku gw adalah buku ketiga yang direview. Yang lainnya: Drunken Monster, Pegasus, Luka and the Fire of Life, dan The Kennedy Details.

Cool! I'm a lucky bastard!

Dan gw rasanya mau nari-nari kegirangan pas baca bagian ini:

After taste: She’s a lucky bastard! Argh, pengen beneran menelusuri semua tempat di buku ini!

Whoooaaaa…

Dari gaya bahasanya, Provoke! jelas beda sama majalah-majalah lainnya. Majalah yang sebelumnya meresensi buku ‘Cheers, UK!’ kan kebanyakan majalah yang pangsanya perempuan muda gitu deh. Majalah cewek lah rata-rata. Tapi Provoke! ini lebih kayak ‘cowok’ gitu lho. Dan ketika buku gw yang super hore ini diresensi dengan frase ‘a lucky bastard’ wiiihiiiiyyy.. keren!

I do feel like a lucky bastard, hihihi. Banyak orang bisa ke luar negeri, gw udah generasi ke sekian yang sekolah di luar negeri, termasuk di Inggris. Tapi kok yao gw punya buku soal hidup di Inggris, hihihi. Gratisan pula. Penting itu, hohoho.

Makasiy ya Provoke! for such the heart-breaking phrase, haha!

Advertisements