foto: photo.net

Kabar asoy itu datang dari Pandu, kalau istrinya, Ranti, akan nerbitin buku juga dengan penerbit Gagas Media. Yay!

Pandu alias @panduthegooner itu adalah teman sekolah di SMA 8 *iye, si too smart for you sotoy itu haha* Nah, istrinya, Ranti, akan segera menerbitkan buku berjudul ‘Hairless’.  Diperkirakan keluar 1 April ini. Mudah-mudahan gak kena April mop, hoho!

‘Ini bukunya soal apa Ndu?” tanya gw sembari menebak-nebak ‘Hairless’ ini nyambungnya sama apaan. “Hmmm kayak otobiografi, tapi bukan juga sih.. pingin sharing aja niatnya,” gitu kata Pandu ketika akhirnya kita berbincang lewat telfon pekan lalu.

Jadi, tentang apakah ‘Hairless’ itu?

Ini adalah kisah Ranti yang dinyatakan kanker payudara pada usia 24 tahun. Muda? Banget. “Di Indonesia sekarang udah ada yang semuda 18 tahun lho Cit,” kata Pandu lagi. Yikes. Huhuhuhu sedih banget rasanya.

Ranti ini tau kalau ada benjolan di payudaranya ketika dia hamil 7 bulan. Hadeuh, makin ngilu. Karena kanker dan hamil itu adalah dua hal yang semestinya gak boleh terjadi bersamaan. Ibarat tanaman dikasih pupuk. Tapi ini benjolan apa? Kan belum jelas dong sampai diperiksa alias dibiopsi. Tapi biopsi ketika hamil 7 bulan? Dokter kandungannya Ranti gak membolehkan, dengan alasan nanti si ibunya kepikiran dan alhasil anaknya berkembang di kandungan dengan kondisi kurang baik. Akhirnya, biopsi ditunda. Begitu bayi cukup ‘dewasa’ untuk dikeluarkan, maka dilahirkanlah dengan operasi Caesar. Dua pekan kemudian, Ranti dinyatakan positif kanker payudara.

Ngilu.

Ngelahirin aja cenderung bikin baby blues. Nah ini pegimana rasanya kalau baby blues dibarengi sama vonis kanker payudara? Huhuhuhu.

“Gw makin yakin kalau Tuhan itu ngasih sesuatu yang besar emang sama orang-orang yang tangguh,” kata Pandu memuji istrinya. Si Ranti ini sudah melalui serangkaian pengobatan (Pandu merinci, tapi apa lah daya otakku untuk mengingatnya oh) dan sekarang lagi clinical trial di Singapura. Pengobatan kanker payudara Ranti ini memang langsung di sana, karena di Singapura konon adalah pusat pengobatan kanker payudara se-Asia Pasifik. Sekarang Ranti dinyatakan sembuh dari kanker payudara. Phew!

Eh gw main manggil ‘Si Ranti’ aja, padahal kenal juga belum, hihihi *tengsin*

Jadi si Pandu ini nelfon buat soal apaan? Buat tanya-tanya soal gimana cara promo buku kelak, secara kita sama-sama anak Gagas. Hehehe, perasaan ini gw buku juga baru satu yak, kok berasa jadi expert gini kekekeke. Tapi gapapa deh, gw dengan senang hati membantu. Malah kayakyna gw jadi kelebihan semangat gitu, hahaha. Gw langsung berbagi alamat email redaksi majalah yang udah pernah gw kontak, berbagi soal launching buku, gimana cara nge-gong-in ini buku, dan sebagainya.

Mengingat Ranti sekarang lagi menjalani clinical trial di Singapura, wah itu juga bahan banget tuh untuk bisa diceritain. Gak semua orang mau atau berkesempatan menjalani clinical trial, dapat pengobatan terbaru dan tercanggih secara gratis. Mengingat Ranti ini juga dokter, dia pasti punya perspektif yang berbeda untuk cerita soal pengalamannya menjalani clinical trial ini lah. Langsung aja gw usul ke Pandu supaya Ranti bikin blog soal kelanjutan kisahnya itu.

Rasanya senang habis sharing ini sama Pandu.

Jeung Ranti, goody lucky ya buat bukunya, ‘Hairless’. Aih jadi gak sabar menanti 1 April! Mari kita follow @rantihannah yuukk biar dapat update paling jitu dari si empunya (calon) buku 🙂

Advertisements