Tags

, ,

Tebak dong harusnya ini tulisan gw bikin sejak kapan? 28 Maret.

Huh. Dasar pemalas busuk.

Padahal Travel Writing Forum-nya Mbak Tita itu yahuuuyy banget lhoh. Dan ini adalah catatannya. Tak ada kata terlambat toh?

Sebagai pecinta transportasi publik, gw menuju ke Icafe ini dengan Trans Jogja. Udah baca peta, tentu. Tapi karena dongo, jadilah kita ngikutin aja itu rute 2A, yang melambung sampai jauuuuuhh sekali, padahal Jalan Cik Di Tiro itu sejatinya udah deket sama Malioboro *tepok jidat*

Rintik-rintik sempet bikin spaneng. Waduh, ntar rame gak ya?

Tapi pikiran itu segera tergeser kesibukan nyiapin door prize bareng Mbak Tita. Ada kalender, mug, buku yang mesti dimasukin ke dua macam goodie bag: smartraveler punya Mbak Tita dan Cheers UK punya gw. Waaah senangnya! Total ada 19 goodie bag yang disediakan.Yippie!

Satu per satu orang mulai datang, waaaah seru ya. Banyak yang dari komunitas Goodreads, kata Mbak Tita. Wah asik! Acara pun dimulai. Senangggg sekali melihat ada banyak orang datang. Langsung takjub sama kesaktian Mbak Tita deh, hihihi.

Abis itu langsung aja sesi dimulai. Pertanyaannya seru-seru. Pertanyaan pertama datang dari Mas keren berkaos kuning dengan inisial kon-kim, alias Mustakim, kontributor kantor gw. Ada yang nanya soal cara menggali tema untuk ditulis dan cara mengemasnya, proses ‘Cheers, UK!’ kok lama banget di penerbit, medium nulisnya selain di blog di mana lagi, trik sehingga buku diterbitkan, bingung cari judul, dokumentasi yang perlu diambil, cari angle dan banyak lagi.

Gw dan Mbak Tita kebetulan startnya sama (ternyata, hehe). Yaitu kami sama-sama nulis di blog, lalu tulisan di blog itu lah yang dilirik penerbit. Jadi kami sama-sama nggak melalui tahap nyodorin naskah ke penerbit. Sebener-benernya gw juga nggak tau sih gimana caranya melakukan itu, hihihi.

Yang asik dari nulis di blog adalah punya catatan ingatan, dan itu jadi semacam CV akan tulisan kita. Kita gak perlu cuap-cuap bilang ke orang lain “eh gw nulisnya kayak gini lho” kan mendingan orang liat langsung dong. Dan mengingat blog itu gratis gitu lho, ya sikaaat aja bleh. Gak usah pusing-

Mbak Tita, Jeng Lutfi, gw + Senja tampak belakang 🙂

pusing. Kalau judul blog kurang keren, ya tinggal ganti. Tinggal bikin blog berikutnya, gapapa juga tooh. Yang penting mulai dulu. Apa pun yang terjadi, mulai dulu aja. Gak usah membebani diri dengan target-target muluk. Itu semua toh gak akan kejadian kalau gak dimulai toh?

Soal menggali tema, gw sama Mbak Tita ternyata mainannya beda. Gw mainannya lebih di impresi gw dan excitement gw, sementara Mbak Tita melangkah lebih maju dengan meriset hal tersebut. Hihihi ketara banget dong gw pemalas gini. Pas lagi revisi naskah buat Gagas juga ada niat untuk nambah-nambahin riset gitu si. Tapi kok ya niat itu hanya wacana saja *ngikik*

Overall, tentu saja gw sangaaaaattttt puas dengan acara Travel Writing Forum ini. Mbak Tita, juga Yogya, emang yahuuuy deh!

Advertisements