Salah satu utang tulisan terbesar gw adalah nulis soal Astrid Lindgrens Varld. Ini sebetulnya puncak kejayaan gw yang terjadi pada 2004 lalu sebagai orang yang mengaku menyukai Pippilotta Delicatessa Windowshade Mackrelmint Ephraim’s Daughter Longstocking alias Pippi Si Kaus Kaki Panjang.

Tapi yang gw benci adalah… eng ing eng.. gw kehilangan sebagian besaaarrr foto gw di Swedia *nangis darah sambil guling-guling*

Dan karena waktu itu gw masih percaya kalau otak gw yang belia sanggup menampung ingatan, jadilah gw gak nulis lengkap utuh penuh seluruh right after the visit tentang tempat itu. Dan there goes my memory, yikes.

Jadi dulu itu gw pergi ke Astrid Lindgren Varld pas lagi ikut workshop Journalism & Democracy yang diadain FOJO di Kota Kalmar dan Stockholm selama 3 pekan. Karena perginya lama, gw beli Lonely Planet Sweden dong. Karena gw dasarnya suka Pippilotta, eh nemu soal itu di Lonely Planet, cocok.

Gw langsung menunjukkan artikel soal Astrid Lindgren Varld itu ke mentor workshop gw, Per Nygren dan Marie Kronmarker. Gw ya cuma nanya aja tentunya. Kali-kali gw bisa naik kendaraan umum ke sana, atau apa lah. Taman Astrid Lindgren itu ada di Kota Vimmerby, sama-sama di county Kalmar, dan gw lagi workshop di kota Kalmar, naaahh edan dong kalau gw gak maksain diri ke tempat idaman gw semasa kecil? Bisa nyesel tujuh turunan tuh!

Eh, ternyata dianterin! Mungkin ini kado ulang tahun ya buat gw secara kita ke sananya itu tanggal 19 September, sehari setelah ultah gw yang ke-26 *wah belia sekali daku* Atau mungkin ini hadiah karena mentor gw yang aseli orang Swedia terkaget-kaget gw suka banget sama Pippilotta, hahaha.

Daan.. ternyataa.. tempatnyaa… jauh 🙂 *peluk Per Nygren* Coba aja tuh liat di peta Kalmar. Gw dari ujung kanan bawah (Kalmar), ke atas agak kiri (Vimmerby) Yaoloh, jahanam banget gw ini.

Kita naik mobilnya Per. Di dalamnya kita ber-5 kalau gak salah. Secara kita melewati jalan tolnya Eropa gitu, ya muluusssss aja dengan pemandangan ijo-ijo di kiri kanan. Musik syahdu sayup-sayup, gw sebagai orang yang bermental penumpang sejati, langsung bawaan pengen bobo dong. Tapi berasa gak sopan. Lah wong udah dianterin pake mobil ke tempat yang (ternyata) jauh, masa tidur?

Cerita perjalanannya cukup syahdu. Yang gak syahdu ya ingatan gw yang digerus waktu, sehingga gak inget blas apa aja yang gw liat di Astrid Lindgren Varld. Apalagiiii gw pun kehilangan fotonya! *benci*

Eh tapi ya, yang ketemu secara tidak terduga-duga justru tulisan yang gw buat soal Astrid Lindgren Varld itu! Whoah! Ternyata gw sempet nulis! Sayangnya itu tulisan nggak selesai. Kalau baca itu tulisan sekarang sih berasanya yang ‘Ih gw dulu nulisnya basi amat deeeehh’ hihihi. Tapi lumayan lah nostalgiaaahh..

Ini cuplikannya. Eh tepatnya, keseluruhan tulisan yang gw bikin pada 2004 lalu, yang adalah cuplikan dari keseluruhan isi otak gw saat itu. Eh ngerti gak sih? Ah gitu dah.

***

book.store.co.id

Berkelana ke Masa Kecil

Anda masih ingat Pippi Langstrump? Tidak? Hm, oke, kita coba lagi. Bagaimana dengan Pippi Longstocking atau Pippi Si Kaus Kaki Panjang? Ingat? Gadis kecil dengan pipi bintik-bintik, rambut warna oranye terang, dengan kepang yang kaku di kiri dan kanan kepalanya. Pippi tinggal di sebuah rumah besar, dengan kuda dan monyet bernama Mr Nielson. Ring a bell?

Sudah lama saya tak lagi mengingat Pippi Longstocking, sejak perkenalan saya pertama kali dengan ‘idola’ saya ini setidaknya 15 tahun yang lalu, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Begitu mendapat kesempatan pergi ke Swedia, pikiran saya langsung melayang ke salah satu buku Pippi Longstocking bersampul warna biru (note to self: eh ternyata kuning, salah ingatan deh, hihihi), dengan gambar Pippi tengah mengangkat kuda besar miliknya. Dengan satu klik di internet, saya tahu persis ke mana saya ingin pergi : Astrid Lindgrens Varld.

Ke Kota Astrid Lindgren

Perjalanan menuju Vimmerby, tempat Astrid Lindgren Varld berada, sangat menyenangkan. Deretan pohon pinus di kanan dan kiri jalan berjajar teratur, berpadu dengan matahari yang tak terlalu terik. Udara dingin menerpa wajah saya memasuki musim gugur, bulan September ini. Semuanya sempurna.

Vimmerby adalah sebuah kota kecil, terletak di wilayah Samaland, sebelah selatan Swedia. Meski jauh dari hiruk pikuk kota besar, semua orang Swedia pasti kenal kota Vimmerby ini. Di sinilah tempat Astrid Lindgren, pengarang besar dari sejumlah buku cerita anak-anak, lahir, besar dan meninggal dunia tahun 2002 lalu.

Salah satu buku Astrid Lindgren yang sangat terkenal dan sudah diterjemahkan dalam lebih dari 60 bahasa di seluruh dunia adalah cerita tentang gadis kecil bernama Pippi Langstrump. Pembaca Indonesia mengenal Pippi dengan nama Pippi Longstocking. Gadis kecil, bertenaga kuat, tinggal sendirian dengan satu peti besar berisi koin-koin emas, berkawan dengan monyet kecil dan kuda putih besar dengan bintik-bintik warna hitam. Jangan lupa juga kostum khas Pippi, kaus kaki dengan warna dan motif yang berbeda untuk kaki kanan dan kaki kiri.

Pippi adalah ‘pahlawan’ saya waktu kecil. Sebagai gadis cilik, ia bisa melakukan apa pun yang dia mau. Dia bisa mengangkat kuda miliknya, juga mengangkat dua polisi yang mencoba mengganggu hidupnya. Dia bisa melompat-lompat di atas atap, atau mengepel lantai sambil menari di atas sikat kayu.

‘Vimmerby, Astrid Lindgren Varld’ begitu sapa papan petunjuk jalan di jalan raya yang kami lalui. Saya mulai berdebar-debar, seperti akan bertemu idola besar.

Nordic Photos

Rumah Mini, Kursi Raksasa

Kami disambut dengan bangunan bertuliskan ‘Astrid Lindgren Garden’. Pintu dua lapis itu otomatis mengaktifkan bunyi bel yang menyambut kedatangan kami berlima. Setelah membayar ___ krona (mata uang Swedia – mereka tidak menggunakan mata uang euro- 1 krona setara dengan Rp 1200,-) kami segera saja menelusuri amusement park seluas ___ ini. (note to self: lain kali riset dulu yak!)

Taman ini sedianya memang untuk anak-anak, tapi tentu orang dewasa tak dilarang menikmatinya. Dua puluhan kuda-kudaan kecil menyambut kami setelah memasuki pintu gerbang dan sebuah partisi kaca berwarna biru, sebagai penanda untuk Astrid Lindgren.

itu aku!

Di sebelah kiri kuda-kudaan itu terdapat papan bergambar tokoh-tokoh karakter ciptaan Lindgren dengan lubang di bagian kepala. Segera saja saya mencari gambar Pippi dan aha, ada gambar Pippi tengah mengangkat kuda dan satu lagi gambar Pippi sedang mengangkat dua polisi. Ingatan saya langsung berkelana ke lembar demi lembar cerita Pippi yang dulu saya baca. Pippi memang gadis yang kuat, dia mampu mengangkat apa pun yang dia mau.

Perhentian berikutnya adalah sebuah rumah berukuran raksasa. Kursi dan meja taman warna putih yang terletak di luar rumah itu juga berukuran raksasa. Dua kali lebih tinggi dari saya yang bertinggi badan seperti orang Indonesia lainnya. Ini adalah rumah Nils Karlsson Pyssling, bocah laki-laki bertubuh mungil yang hidup di rumah normal. Ukuran rumah itu sebetulnya normal, tapi digambarkan sebagai rumah raksasa sebagaimana Nils melihat rumahnya. Di dalamnya terdapat sebuah toilet raksasa – bahkan untuk ukuran saya – juga tempat tidur mini tempat Nils beristirahat.

Nordic Photos

Taman Astrid Lindgren Varld ini ibarat miniatur dari semua tokoh dan tempat yang diciptakan Lindgren. Pikiran Lindgren yang liar dan memenuhi berbagai imajinasi yang dimiliki anak-anak. Ada satu tempat yang disebut ‘Lilla Staden’ atau kota mini. Bagian ini didedikasikan khusus untuk menggambarkan bagaiman kota Vimmerby ketika Astrid Lindgren masih kanak-kanak. Layaknya kota kecil di Swedia, rumah-rumah di sana terbuat dari kayu, dengan warna kuning, merah atau warna-warna pastel, dengan toko-toko kecil, restoran juga hotel kota yang mengelilingi kota kecil ini. Tentu, rumah-rumah ini juga berukuran mini, jika dibandingkan dengan tinggi badan saya. Menyenangkan betul rasanya berada di antara rumah-rumah mini, seperti yang sering kita mainkan ketika kecil dulu.

Jalan setapak kembali membawa saya ke tempat perhentian berikutnya. Jarak antar perhentian tak terlalu jauh, dengan cuaca begitu sejuk dan pohon-pohon rindang di sepanjang jalan, tak sedikit pun saya merasa lelah.

Villa Villekulla

Setelah melewati sejumlah rumah-rumah mini khas Swedia lainnya, akhirnya saya sampai juga ke Villa Villekula, rumah kuning tempat Pippi tinggal. Ukuran rumahnya masih sama-sama mini, tapi kali ini berwarna kuning terang. Saya terbelalak gembira melihat rumah Pippi.

mentalfloss.com

Rumah ini persis seperti yang saya baca di buku ketika kecil dulu. Rumah dua tingkat, berwarna kuning, dengan sentuhan warna merah dan biru muda di sana-sini. Di atap rumah Pippi, ada sebuah rumah kecil untuk Mr Nielson, monyet milik Pippi.

Di sebelah luar ada tangga kayu yang disandarkan ke beranda lantai dua Villa Villekulla. Meski di dalam rumah Pippi ada tangga, ia lebih senang naik turun lewat tangga yang disandarkan di luar. Di rumah Pippi, tak ada benda yang berbentuk simetris. Jendela, pintu, ukuran papan untuk rumah, kebanyakan berbentuk asimentris.

… dem, sayang tulisan gw dulu itu gak kelar! *menangis di pojokan*

Advertisements