Tags

,

Ketika gw menulis status di Facebook yang mengindikasikan gw akan pergi ke Australia, gw dapat komentar ini:

Yulianti Sim Cahyana Waah, bakal ada buku lagi dong,asiikk 🙂

Eaa.. Nulis buku lagi nih gw? 

Tentu saja keinginan itu sudah muncul, terbersit dan menggelora dalam jiwa. Bagaimana pun, gw pasti akan nulis soal kehidupan sehari-hari gw di Sydney kelak, jadi atau nggak jadi buku.

Gw belum tau sih jadwal gw di ABC nanti bakal padat atau enggak. Apakah gw akan terpuruk di pojokan studio sambil ngetik naskah feature berpuluh-puluh halaman dalam bahasa Inggris atau enggak. Kalau enggak, wah gw koprol abis-abisan nih. Bisa eksplorasi Rozelle, Sydney dan mungkin main-main ke kota lain yang ada tebengan tempat tinggalnya, haha.

Gw udah mulai mendata sih, tempat-tempat apa yang bakal gw datangi di Sydney. Biasanya gw meng-google dengan tambahan ‘must visit’ atau ‘free’ atau ‘on foot’. Biar gak keliru pilih plesiran gitu lhoh. Gw udah bikin file tersendiri berisi kandidat tempat plesir. Juga udah ngimel Dhitri yang tinggal di Canberra untuk nebeng nginep tempat dia kalau gw main ke sana. Sempet juga menjajaki keinginan untuk ke Snowy Mountains, secara gw pas ke Sydney adalah musim dingin — meski ‘Agustus’ dan ‘winter’ rasanya kok ya gak cucok gitu lho, hihihi. 

Itinerary tampaknya harus dibuat dengan saksama sejak sekarang. Karena gw hanya punya 3 akhir pekan untuk dihabiskan. Dan itu sangaatttt sedikit tooohh..

Apakah 4 minggu di Sydney bakal cukup banyak bahan untuk dijadikan buku? Nggak tau. Kalau pun ya, titik tekan buku ini bakal soal apa? Ini paling tergugah dari tulisan di The Jakarta Globe soal bukunya Vabyo. Dia sengaja pilih ke Arab Saudi gitu lho untuk nulis travel book. Lah gw kan gak die-hard Sydney atau Australia, jadilah gw clueless apa sih yang bikin penasaran sama Sydney/Australia.

Selain itu kan juga udah buwanyak orang Indonesia yang pergi ke atau sekolah ke Australia. Juga udah ada buku “Backpacking Hemat ke Australia” dan “Flashpacking to Australia”. Jadi apa yang harus gw tulis dong jikalau betul gw akan menulis buku? *sokmikirpadahalsihbiasaaja*

Kita liat nanti lah. Hidup di tempat baru pasti akan punya cerita baru. Apalagi ini gw akan tinggal di rumah orang, ngurus kucing orang pula. Temen-temen gw yang gw ceritain soal ini pasti langsung mendelik,”Kan elu nggak suka kucing, Cit.” Yah begitulah. Ini bagian dari gw menantang diri sendiri dengan hal-hal baru. Ganjarannya kan juga gak kalah nikmat: the whole apartment for myself 🙂

Mari menyambut Sydney dengan gembira! Nulis sih pasti, jadi buku atau enggaknya, nanti aja lah ya dipikirinnya.  Apalagi di Sydney gak ada Mbak Eni, Tika, Citta, Sly, Rini dan teman-teman seperjuangan yang dulu membuat London dan Inggris begitu membahagiakan dan begitu banyak hal ajaib yang bisa diceritain *hugs to all*

Ah dulu juga  “Cheers, UK!”  jadi tanpa direncanakan hohoho.

Advertisements