Tags

,

Ini adalah plesir pertama gw yang paling lama setelah ada Senja. Eh bukan plesir juga sih sebenernya. Kerja gitu lhoh *dehem*

Memang bukan pergi ke luar negeri yang pertama sih setelah ada Senja. Tapi beda. Karena dulu bisa ajak Senja pas ke KL, dan pas ke Manila pun cuma seminggu. Cincay lah itu. Tapi ini kan sebulan. 4 minggu tepatnya. Tetap aja kerasa beda, walau banyak orang berkomentar,”Wah asik ya sebulan!” Iya, asik sih asik, tapi kan…

Yang paling berat tentu saja nyiapin Senja. He’s soo attached to me. Hil sih santai-santai aja dan dia yakin bisa handle Senja dengan baik-baik saja. Karena itu, Senja harus disiapkan dengan sungguh-sungguh, sejak jauh-jauh hari.

So far, Senja udah tau kalau gw akan pergi ke Australia. Saking pahamnya, setiap kali gw pulang telat dan gak bisa nemenin dia tidur, maka dia pikir itu adalah gw ke Australia. Kayak malam ini nih, gw pulang telat karena ada acara Asia Calling. Pas Hil ngasih tau ini ke Senja, Senja tanya,”Ke Australia?” Huhuhu.

Dalam rangka mempersiapkan Senja, gw suka iseng coba trik hipnoterapi something itu. Kata sepupu gw, caranya tuh kira-kira gini. Pas si anak lagi tidur, trus dibisikin hal-hal positif yang encouraging gitu. Jadi jangan bisikin “jangan nakal ya” tapi bisikin “jadi anak baik ya”. Yaah kira-kira seperti ini lah. Walaupun at first gw pikir ini mengada-ada ya, tapi gw iseng aja jajal. Dua kali malah haha. Pas Senja tidur, gw bisikin ke dia,”Senja baik-baik saja ya pas aku di Australia.” Lalu Senja akan mengangguk. Padahal masih merem lho! Wuiihh hebat yaaakk..

Gw mencoba mencari hal-hal seru yang bisa gw lakukan ketika di Sydney, supaya gw juga gak kepikiran Senja terus gitu doongss.. Kan rugi, ada di kota baru, trus terbelenggu rasa rindu *awwww* Gw mencoba santai, karena toh Senja ada di tangan yang tepat. Gak perlu khawatir gitu.

Tapi ini juga susah, karena gw belum jatuh hati sama Sydney gitu. Gw masih melihat Sydney sebagai London wannabee.. katro kan? Haha. Tapi ya begitulah. Soalnya di Sydney ada Kings Cross, sama persis kayak di London. Juga ada Oxford Street. Ih apa coba tuh. Jangan-jangan ada Paul Robeson House di sana, hahaha.

Sejauh ini gw baru nemu satu hal seru soal Sydney yaitu whale watching. Tapi seketika itu juga gw langsung keinget, aaaahh betapa lebih menyenangkannya kalau bisa ajak Senja liat paus tooohh.. Seperti kata Hil,”Paus kan nggak bisa diliat di akuarium atau di Sea World.” Iyaaaaa.. sooo trueee… Huhuhuhu… Atau ketika liat foto-foto apartemen Rozelle yang akan gw tempati, gratis pula. Gw langsung yang berasa pengen boyongan sama Senja dan Hil ke sana. Tapi kan yaaaaa not as easy as 1, 2, 3. Maybe as easy as 4,5,6 *lha

But the show must go on. Life moves on. Senja is a great kid, Hil is a wonderful father. So I got nothing to worry about.

Advertisements