Tags

Supaya urusan administrasi kependudukan *deuh* gw beres sebelum berangkat ke Sydney, gw ngurus lah itu KTP. Tadinya sih ogah-ogahan. Lagian mana laku itu KTP di Sydney toh? Tapi demi mengantisipasi orang di bandara rewel lah atau gimana, ya udah kita urus saja KTP-nya. Apalagi kata nyokap, KTP baru dengan NIK itu bisa kelar dalam sehari.

Maka tibalah gw tadi pagi di kantor kelurahan dari jam 9 pagi. Jalannya jauh ternyata, huhu, karena ini kantor kelurahan pindah dari tempat semula.

Setelah sampai di sana, tentu saja gak ada petunjuk apa pun soal ngapain. Cuma ada dua kertas tertempel judulnya ‘KTP’. Trus gw berhadapan dengan dua loket, yang satu tulisannya KTP, satunya lagi KK, Surat Kematian dan sebangsanya.

Gw ngelongok lah ke salah satu loket. Ngemeng-ngemeng, kenapa ya desain loket tuh mesti kayak gitu, kita-nya mesti agak membungkuk gitu mengintip ke loket, sementara petugas di dalamnya ya duduk manis. Kan jadi gak sejajar gitu posisinya.

Enniweeei, gw kasih lah itu KK, fotokopi KTP dan surat keterangan hilang dari polisi. Kata petugasnya,”Sebentar ya Mbak, ntar akan dipanggil lagi.” Masih misterius tuh sebenernya apa yang gw tunggu.

Sambil duduk, gw baca-baca poster yang tertempel di sebelah loket. Salah satunya menjelaskan kalau proses pembuatan KTP dengan NIK (btw, jadi selama ini nomor yang di KTP itu nomor apa ya?) itu akan jadi dalam sehari. Ah sama dong seperti informasi dari nyokap.

Gak lama, gw dipanggil, dikasih kertas. Isinya nomor urut panggilan dan entah apa, cuma nama gw dan RT RW doang sih. Lalu gw nunggu. Dan nunggu. Dan nunggu. 45 menit kemudian, dipanggil.

Di dalam foto dan sidik jari. Kayak bikin paspor. Yang nyebelin dari sesi foto itu adalah karena gw harus copot kacamata. Mata gw yang lari-lari ini tentu langsung kabur dong begitu gak pakai kacamata. Juling gitu lhoooh *bangga* Dan si Mas dengan bengisnya berkata,”Matanya ke tengah, Mbak.” Kampret.

Lalu si Mas tukang foto yang masih muda belia itu bilang,”Nanti diambil lagi Rabu ya.”

Lho, kata poster itu bukannya sehari?

Lalu gw pastikan lagi ke si Mbak yang persis jaga loket. Dan jawaban dia sama kayak si Mas. Ih gw gak puas dong. Gw tanya lagi,”Bukannya di poster di luar bilang kalau KTP selesai dalam sehari?”

Si Mbak tersenyum ciut, padahal gw senyum manis. Dia bilang,”Iya Mbak, soalnya suka lama Mbak minta tanda tangan lurahnya.” Gw senyum tambah manis. “Kalau gitu mestinya posternya gak bilang sehari dong.”

Dasar kemprut. Jadi kenapa nyokap gw bisa kelar sehari itu KTP-nya? Hhhh…

Advertisements