Tags

,

Gw lagi di ABC Radio National ini kan untuk radio documentary fellowship. Gw udah liputan sebelumnya, setelah proposal gw diterima sama executive producer program 360documentaries, dan sekarang adalah prosesi mengolahnya. Supervising producer gw adalah Nicole Steinke. Dari kemarin kita udah mulai ngobrolin bagaimana akan mengolah cerita gw, dan kian hari semakin intensif. Dan dia bilang,”You only got 19 days. And that’s a very limited amount of time.”

Heh? 19 kok limited? Gak salah nih?

Tentu saja gw langsung teringat program di kantor yang – bukan sulap bukan sihir – kadang harus selesai dalam 3 hari saja. Itu pun durasinya 15 menit. Sakti kan. Lah ini.. masa 19 hari itu terlalu sedikit sih?

Yang paling utama adalah karena keseluruhan narsum di cerita gw ini harus di-translate. Dan akan butuh waktu untuk cari si talent itu.

Kalo gw sendiri sih lagi berasa keteteran dengan WaveLab ini. Bukan persoalan softwarenya, karena kemarin belajar, sekarang udah jago *belagu* Tapi karena ada hours of recording yang harus gw potong-potong dalam bentuk clips, lalu di-rename.

Cara kerja di ABC ini juga beda dengan di kantor gw. Biasanya kan urusan pemotongan audio diserahkan kepada masing-masing, editor tinggal terima transkripannya aja. Makanya mesti nranskrip yang bener supaya jitu hasil editannya. Trus yang lebih banyak diedit adalah skripnya. Audio baru didengarkan ketika sampai di proses produksi alias mixing.

Nah di sini, caranya ribet, tapi yaaa kayaknya ini dia yang bikin jadi ciamik bener yaak *ngiler* Jadi gw sebagai produser itu milihin klip, lalu mulai menyusun struktur cerita ala gw. Lalu pilihan dan susunan klip audio itu didengarkan bersama-sama supervising producer. Dalam hal ini, gw akan kelak bersama Nicole.

Yang akan didengarkan bersama itu disebutnya ‘rough cut’. Dan Nicole minta gw nyiapin 2-3 jam rough cut. Ealah *tepokjidat*

Nanti dari hasil mendengarkan bersama itu, barulah didiskusikan lagi. Apakah struktur ceritanya oke atau enggak. Apakah kualitas suaranya kinclong atau enggak. Di soal kualitas suara gw juga sempet bermasalah, karena sebagian audio yang gw rekam adalah MP3 44100 gitu. Sementara yang diminta ABC adalah WAV yang 48000. Bisa sih diconvert, tapi entahlah, Nicole bikin gw keder dengan urusan audio ini 🙂

Selesai? Belum. Gw masih harus bekerja dengan sound engineer untuk memproduksi dokumenter ini. Oot, di ABC Radio National itu ada 16 sound enginer lho! *ngiler* Dan untuk itu gw di-booking-in sound engineer selama 5 hari. Gila ya. L-i-m-a hari! Kayaknya gw bakal pingsan 5 hari mesti dengerin hasil karya gw sendiri terus-terusan, bleh. Yang di-booked buat gw bukan sembarang sound engineer, tapi sound engineer yang berpengalaman dengan program-program yang butuh banyak translation.

Ealah rumitnya duniyaaa..  

Jadi yaaa kayaknya sih 19 hari di ABC ini ‘terlalu sedikit’. Sementara di kantor gw, pasti pada menjerit,”Apa? 19 hari? Ayo bikin 10 Saga!” *terkekeh*

Advertisements