Tags

,

Claudia mengundang gw untuk datang ke feedback session yang diadain untuk program di 360documentaries yang baru aja siar. Judulnya “Anonymous: Just for the lulz?” Gw diminta untuk mendengarkan dulu karya itu, sebelum ikut feedback session.

Dengerin deh. Kalau gw sih terpesona banget sama feature itu. Kayak lagi ‘nonton’ V for Vendetta gitu. Gaya seperti itu belum pernah dilakukan di kantor gw. Apalagi proses mixing yang kayak gitu, wadawww kerennyaaaa..

Ahh kayak apa ya feedback session-nya?

Feedback session ini terjadi kemarin, jam 11. Ternyata Gabriella, yang membuat dokumenter itu, gak ada di Sydney, udah balik ke Swedia. Dia dulu adalah intern di ABC, mahasiswa Swedia yang sekolah di UTS. Dan Gabriella dihubungi lewat telfon, disambungkan ke speaker phone untuk hadir di feedback session itu. Weeehhh keren benerr…

Yang ikut feedback session itu adalah Nicole, Gretchen, Claudia dan gw. Sesi ini dimulai dengan semua orang berkomentar terhadap karya Gabrielle. Kebanyakan sih pujian. Standar lah seperti kebanyakan pujian orang ‘Barat’, yang penuh dengan kata fantastic, magnificent, superb dan sejenisnya itu.

Feeback ini diarahkan pada banyak aspek. Misalnya, gimana strukturnya, pemilihan narasumber, gaya bertutur yang dipakai, klip yang dipakai, apakah cerita ini bisa cukup menghibur sampai akhir atau agak bikin ngantuk di tengah-tengah, dan sebagainya. Tentu juga proses mixingnya dibahas di sini. Wah gila, keren banget deh mixingnya *nyembah*

Feedback session ini berlangsung selama kurang lebih setengah jam. Ada catatan juga dari Nicole, yang melihat bahwa feature ini tidak membahas ‘motivasi’ kelompok Anonymous ini untuk stay anonymous. Yang luar biasa adalah bagaimana Claudia, Gretchen dan Nicole bisa mengingat nama-nama dalam dokumenter itu. Whoah.

Gw sangat impressed dengan feedback session ini. Dulu di kantor gw pernah ada feedback session kayak gini, tapi over time, tiba-tiba gak dikerjain lagi. Mau bikin lagi aaahh…

Advertisements