Tags

,

Pencarian gw ternyata gak sia-sia. Hari ini Nicole ngabarin kalau tampaknya kita sudah menemukan kandidat yang dicari. “Looks like we have the talents,” kata dia.

Yahuy! Jadi siapakah dia?

Talent yang gw cari untuk dokumenter radio ini ada 2 orang, laki-laki dan perempuan. Keduanya berusia di atas 40 tahun. Untuk itu gw harus cari orang Indonesia yang umurnya sepantaran itu, tapi bisa bicara dengan lancar dalam bahasa Inggris. Kenapa? Karena bagaimana pun program 360 ini kan buat pendengar Australia, jadi ya mesti bagus gitu.

Nicole lah yang melakukan audisi bagi orang-orang itu. Sebelum audisi, dia tanya ke gw, apakah ketika gw ngobrol sama calon kandidat yang gw setor ke Nicole itu, gw bicara dalam bahasa Inggris? Lhaaa ya enggak laah.. Kok ya aneh bener ngobrol sama orang Indonesia, di KJRI, pakai bahasa Inggris 🙂

Gw kasih 6 nama ke Nicole, 3 laki-laki dan 3 perempuan. Semuanya adalah orang-orang yang gw temukan di KJRI Sydney pas buka puasa bareng. Orang-orang itu gw ‘audisi’ secara sederhana aja: tampang. Apakah kira-kira dia umur 30-an atau 40-an. Lebih banyak urusan tebak-tebakannya sih karena gw gak pandai menebak umur orang.

Setelah ditelfon beberapa orang oleh Nicole, sampailah ke 2 orang yang paling oke untuk jadi Eros dan Asep, dua tokoh utama di dokumenter ini. Yang akan jadi Eros adalah seorang perempuan, yang didapat kontaknya lewat Mbak Susy. Sementara yang akan jadi Asep adalah Pak Anyo, yang gw baru kenal di KJRI kemarin itu, dan juga baru 5 hari kerja di Sydney.

Hhhh leganya… Paling enggak satu per satu kerjaan ini mulai kelar.. yeeayyy! Dan ini artinya gw bisa liat sunshine, ketemu orang di jalan dan plesirrrr…

Oh how I loooong for that!

Advertisements