Tags

,

Depan Flinders St Station

Bener deh, Melbourne itu asik banget. Gw suka daerah Flinders Street, karena ada banyak orang di sana, agak mengingatkan gw akan London. Lalu gw suka karena ada banyak tram, meskipun sering berhenti di aneka lampu merah.

Dan gw suka karena Melbourne itu gampang banget ditaklukkan seorang diri.

Gw mulai dengan datang ke Melbourne Visitor Center. Gile, nyembah deh gw dengan ‘penyambutan’ yang ada di sana. Petugasnya banyak banget, brosurnya banyak banget, semua terlihat siap menyambut turis yang datang ke Melbourne. Ada petugas yang berdiri di depan, siapa membantu gitu. Trus petugas yang ada di balik meja-meja itu lagi sibuk nerangin anu itu ke turis sambil pegang peta.

Iri? Jelas.

Lalu gw mulai jalan lagi ke depan Flinders Street, mau naik City Circle. Ini adalah tram keliling kota Melbourne, ke tempat-tempat yang wajib didatangi. Kayak hop on hop off bus gitu. Tapi yang ini gratis! Yaolooo senenngyaaa…

Gw sempet salah halte tram. Untungnya ada petugas berbaju kuning di situ yang langsung ngasih tau sebaiknya gw nunggu di halte yang mana. Trus gw datangi itu halte yang bener. Ada penandanya, kalau ini adalah halte buat nunggu tram nomor 35 alias City Circle. Mungkin karena gw keliatan celingukan, gw ditanya sama petugas berbaju kuning, yang juga ada di sana. “Do you need help with direction?” Haduuuhh terharu deh gw ditanyain gitu. Coba di Jakarta, dijamin dicuekin 🙂 Atau.. “Nanti coba tanya lagi sama warung di depan…” *ngakak*

Abis itu naik lah kita ke tram untuk City Circle ini. Bentuk tramnya kuno. Eh atau semua tram kayak gini ya? Hihihi. Di dalam tram juga ada lagi rak-rak berisi brosur. Duh bener-bener deh iri bener sama kesiapan Melbourne menyambut turis. Lebih hebatnya lagi, lagi-lagi ada petugas (!) di dalam trem yang menyebutkan dengan keras (tepatnya teriak-teriak) nama stopan tram beserta hal-hal menarik di sekitar stopan ini. Keren!

Tram ini keliling kota, tentu saja dengan rel yang membelah kota. Asik sekali pemandangan kiri kanan di sini. Di beberapa stopan, tram ini mendadak rame banget. Rupanya yang naik ini gak sebatas turis, tapi juga orang lokal. Lha iya, namanya juga gratisan, hihihi. Petunjuk untuk train stationnya mirip yang ada di Paris, tapi ini warnanya biru muda. Ada banyak pepohonan di kanan kiri, perpaduan di kota sangat menarik antara bangunan kuno dan modern, jalur pejalan kaki yang lebar-lebar… ah asik banget deh ini menikmati Melbourne. Padahal gw cuma menikmati dari jalur tram gitu lho…

Sayangnya pemandangan dari dalam trem kurang jelas, karena di jendela itu ditempelin gambar-gambar gitu. Jadinya gak bisa motret dengan leluasa dari dalam tram. Mesti rajin-rajin berhenti di stopan yang diinginkan kalau mau dapat gambar oke.

Setelah tur mandiri City Circle kelar, gw SMS dan telfon Rasyadi, sepupu gw. Berhubung gak diangkat juga, ya udah gw jalan-jalan sendiri. Gw berjalan menuju Yarra River, foto sana foto sini, trus menyusuri tepi sungai, berjalan pelan-pelan. Duuuhhh senangnnyaaaaaa…

Sedikit banyak gw jadi teringat London ketika di Melbourne ini. Atau ya emang dasarnya London selalu di hati aja *halah*

Perjalanan mandiri gw berakhir di Federation Square, menanti Rasyadi yang akhirnyaaaa… bangun juga hahaha.

Advertisements