Tags

,

Ternyata Canberra gak sedingin yang gw khawatirkan. Atau ini semua berkat heater yang luar biasa anget di kamarnya Amyra, di rumah Dhitri-Fitrian. Kata Dhitri sih heater itu berisik. Ah masa sih? *ngorok*

Hari ini Dhitri-Fitrian-Amyra mengantar gw jalan-jalan keliling Canberra, yahuy! Pakai mobil! *asik gak capek hoho*

Dulu gw pernah dikasih tau Sandra Sahelangi, eks temen sekantor, kalau gak ada apa-apa di Canberra. “Cuma ada angin sepoi-sepoi,” gitu kata dia. Ah tapi gapapa deh, namanya juga berpetualang *cie* Apalagi ada tempat nginep gratis, hihihi.

Stop pertama: Australian National University, ANU. Ini adalah kampusnya Fitrian dan Dhitri. Fitrian ambil PhD, Dhitri ambil Master *gelengkepala* Kampus ini ooohh besarnyaaaa.. Jarak antar gedung bisa jauh-jauh gitu. Bisa sih pakai sepeda, tapi kalau gak pakai sepeda, mayan juga ya booo.. Karena Fitrian ambil PhD, dia dapat kayak kantor gitu di ANU untuk ngerjain tulisannya. Sementara Dhitri juga berhasil mendapatkan daycare buat Amyra di dalam lingkungan kampus. Jadinya aman deh.

Di lingkungan kampus ini ada juga Lake Burley Griffin yang besaaaaaaaarrrr sekali! Wuih, asik bener. Apalagi ini adalah danau buatan, widih! Kayaknya orang Canberra demen ngebikin danau/situ buatan, karena deket rumah Dhitri juga ada semacam ini.

Stop kedua: Parliament House. Wah keren sekali deh tempat ini. Tentunya karena ada akses yang terbuka untuk publik, informatif, banyak penjelasan di sana sini.

Asiknya lagi, publik boleh juga nontonin sidang-sidang yang digelar di Parliament House ini. Pilihan warnanya juga menarik: pink untuk Senate dan hijau untuk House of Representative. Eh atau kebalik ya? Yah pokoknya gitu deh. Fitrian menjadi tour guide yang baik karena dia udah pernah dia udah pernah ke sini sebelumnya untuk resepsi ALA, Australian Leadership Award. Jadi di tengah-tengah itu adalah pemimpin sidangnya, trus ada tempat buat notulennya, dan ada sederetan buku aturan hukum di meja. Kalau dalam sidang ada yang menyinggung atau mengutip aturan hukum, maka bisa langsung dicek.

Di pinggir kiri kanan juga ada jam, sebagai timer lama waktu bicara si peserta sidang. Misalnya dikasih 2 menit, ya dia hanya dapat 2 menit. Waaahh menarik sekali tampaknya kasih jam gitu di ruang sidang DPR. Kalau yang lewat 2 menit, biar dipentungin rame-rame aja, hihihi.

on roof top. trims dhitri!

Di Parliament House ini kita juga bisa ke rooftop-nya, dan melihat Canberra dari atas. Seseorang yang mendesain kota ini, Burley Griffin, membuat satu garis lurus gitu antara Parliament House, Old Parliament House, Anzac Parade dan War Memorial. Jadinya asik buat foto-foto, sekali foto bisa langsung dapat sejumlah icon kota sekaligus, haha!

Abis itu, menuju ke mall. Ternyata ada di sini lah orang-orang Canberra. Karena sebelumnya Fitrian bilang, kalau weekend, biasanya orang-orang stay di suburb masing-masing. Ternyata selain di situ, ada di dalam mal juga. Di situ kita makan siang. Oh betapa beruntungnya gw plesir bareng ibu  menyusui, jadinya ada temen makan, hihihi. Kita makan bertiga, gw-Dhitri-Amyra, sementara Fitrian jalan-jalan cari DVD. Makanannya enak juga, AUD 8.50 dengan lauk sebanyak itu. Untungnya perut gw singset *catet* sehingga lauknya nyisa, bisa gw bawa pulang.. voila, gw udah punya lauk buat dinner deh, hihihi.

Perjalanan dilanjutkan ke Mount Ainslie, di ketinggian 800-an meter. Nah di sini lebih asik lagi, karena bisa lihat keseluruhan kota Canberra dari ketinggian. Sebenernya ini sih bukan mount juga, lebih ke bukit. Dan di sini dibikin trek khusus buat orang mendaki bukit ini. Dan Fitrian-Dhitri-Amyra udah pernah menempuh trek ini. Duileee… perasaan Amyra baru 10 bulan deehh, jagoan bennerrr! *jempol*

Lanjut? Mari!

Kita kembali ke arah ANU, karena mau ke National Museum of Australia. Tampilan dari luar sangat modern, beda banget sama keseluruhan kota Canberra yang “kayak kota di film-film Technicolor” karena warnanya sephia, kecoklatan, terakota, gitu-gitu deh.

Begitu masuk, ternyata film di Circa, rotating theatre, baru mulai. Asik! Lucu deh tempatnya. Kecil, ada tempat duduknya, kayak bioskop gitu. Trus tempat duduknya bisa berputar, sesuai timeline sejarah Australia yang lagi ditampilkan di layar. Film itu berupa rangkaian sejarah Australia, dan “the characters in the film is museum’s collection.” Lucunyaaa…

Akhirnya tepat jam 15.15 kita cabut menuju Jolimont Centre karena coach gw sudah menunggu untuk pulang ke Sydney.

Peluk cium sama Dhitri dan Amyra (yang udah gak mewek lagi liat gw, hore!), jabat erat sama Fitrian, terima kasih yaaaa… Kalian membuat Canberra tak sekadar angin sepoi-sepoi lhooohh..

Advertisements