Tags

di depan bandara Canberra

Jumat petang, gw sampai di Canberra, kota ketiga yang gw kunjungi dalam bulan Agustus ini. Gw kayak artis lagi roadshow aja nih, tiap hari beda-beda kota, hihihi.

Di sini, gw akan bertemu dan menginap di rumah Dhitri dan Fitrian, serta anak mereka Amyra.

Amyra adalah bayi umur 10 bulan. Dhitri ini dulu sekampus di FISIP UI, dia anak HI angkatan 2000. Trus Fitrian ini sering diwawancara kantor gw, secara dia orang WWF. Dan hari ini untuk pertama kali gw ketemu Amyra, di rumah mereka di Canberra.

Rumah mereka ada di Dutton St. Jauh juga ya bow dari bandara. Untunglah gw pakai Cabvoucher, hihihi. Coba kalau bayar taksi sendiri kan hati jadi pilu. Kesan pertama gw, yaolo sepinya ini Canberra. Gw semakin yakin kalau Sydney sejatinya ramai, gw selama ini cuma berada di luar di saat yang salah dan di tempat yang salah aja, hahaha.

Rumahnya besar-besar di daerah ini. Trus gak kayak di Sydney dan Melbourne yang jarak antar rumah lumayan rapat, ini rada lega. Trus ada halaman depannya pula. Belum lagi jalan yang membelah sisi kiri dan kanan juga lega. Bisa buat main bola deh 🙂

Di rumah, gw disambut kesibukan rumah tangga, hihihi. Dhitri lagi hampir kelar nyuapin anaknya, sementara Fitrian lagi beresin tempat tidur yang buat gw. Gak lama, Amyra mandi. Dan semakin terlihat lah kalau dia tegang kalau liat gw. Langsung nunduk, mewek, wajah sedih, trus nangis. Waaaaa… maafkan aku yaaaaa.. kok kamu takut padakuuu… aku anak baik lhoooo…

Sesi makan dimulai gw dan Fitrian. Oh ya, semua makanan ini vegetarian lho! Ada bebek panggang jadi-jadian, ada Mongolian beef jadi-jadian, serta ikan assam atau apa gitu namanya. Dhitri dan Fitrian emang vegetarian. Enak deh makanannya!

Sebener-benernya sih gw seumur-umur gak pernah ngobrol casual sama Fitrian. Kalau ketemu dia selama ini ya urusan kerjaan. Tapi karena dia kenal beberapa anak 68H, trus di WWF juga ada Verena yang temen gw, jadinya kerasa it’s a small world after all aja. Kita ngobrol ngalor ngidul sampai akhirnya Dhitri bisa keluar kamar setelah ngelonin Amyra.

Seru banget dengerin cerita mereka. Sebagai pasangan beasiswa Australian Leadership Award (ALA), mereka mengandalkan stipend dong. Tanpa ragu-ragu keluar lah rincian anggaran, duit buat apaan aja, hihihi. Mahal juga rumah di sini, considering mereka bukan sekadar couple, tapi punya anak. Tapi lega deh rumahnya, enak banget. Lounge+ruangmakan+kitchennya luas, pas lah dengan kehadiran Amyra. Mereka pun di kebun belakang piara ayam. He?!

Karena ini sudah pagi di Canberra, bentar lagi gw nengokin ayam-ayam peliharaannya Dhitri dan Fitrian aahh..

Advertisements