Tags

Waaaa.. senangnya hari ini berjalan lancaaarrr… Bukan gw yang jadi talent-nya, tapi gw yang degdegan menunggu reading session hari ini!

Talent yang akan melakukan reading session ada dua orang, yaitu Ibu Weddy jadi Mak Eros dan Pak Anyo sebagai Pak Asep. Mereka berdua gak saling kenal, dan melakukan reading session di dua waktu yang berbeda.

Mari!

Session untuk Ibu Weddy berlangsung dari jam 9 pagi, dan dia udah stand by dari 15 menit sebelumnya. Yeay, hebat! Setelah kenalan dan gw menjelaskan karakter Mak Eros yang harus dia bawakan, kita pergi ke studio. Tentunya ditemenin sama Nicole. Wuih, kali pertama nih ngalamin kayak gini, asik!

Kita ke studio rekaman di lantai 4, lalu si Ibu Weddy siap-siap. Ibu Weddy berada di studio satu, gw dan Nicole dan sound engineer ada di ruangan satunya lagi. Kayak ruangan detektif yang dipisah kaca gitu lhoh. Gw yang akan men-direct si Ibu Weddy ini sebagai Mak Eros — soal intonasi, gaya bicara, tone bicara dan sebagainya. Wuiiihh…

Menegangkan juga jadi sutradara kayak gini. Gw harus selalu ingat, bagaimana suara aslinya Mak Eros untuk setiap klip yang gw pakai. Apakah nadanya sedih? Nadanya lantang? Atau terdengar takut? Atau justru ceria? Jadi gw tadi bilang ke Ibu Weddy,”You need to sound more depressed, she was remembering the bad episodes in her life, as she was beaten by her husband,” kira-kira kayak gitu. Untungnyaaaa gw dibantu sama Nicole. Kalau enggak, gw pasti mudah puas sama para talent ini… alias gak enak nyuruh-nyuruh karena mereka lebih tua, hihihi.

Biarpun Ibu Weddy ini bukan ‘actor’ profesional, oke juga nih. Sejak awal dia minta supaya ketika reading session itu dilakukan, gw mengajukan pertanyaan ke dia, sehingga ketika dia ‘menjadi Eros’ maka dia ceritanya lagi menjawab pertanyaan gw. Kata Nicole, jarang-jarang tuh talent minta kayak gitu — dan itu artinya Ibu Weddy jempolan gitu lhoh.

Ini 'Mak Eros' alias Ibu Weddy

Jatah Ibu Weddy untuk ‘menjadi Eros’ lumayan banyak, ada lebih 20 reading yang harus dia lakukan. Itu artinya, belasan lembar halaman dengan paragraf dobel. Sementara waktu yang dikasih ke kita hanya 1,5 jam. Lagi-lagi gw kirain 1,5 jam itu lama… ternyata cepaattttt sekali berlaluuuu… Dan karena penggunaan studio itu sangat ketat, jadi jam 10.30 teng kita harus segera keluar dari studio, wiiihh..

Sama Ibu Weddy, reading session berlangsung lancaarrrr… Ada beberapa yang harus di-retake, tapi overall oke banget. Tone Mak Eros yang harus dia ‘bawakan’ ini emang berubah-ubah kayak angin, jadinya emang menantang banget.

Halo 'Pak Asep' alias Pak Anyo!

Sesi kedua, reading bersama Pak Anyo. Pak Anyo ini sama barunya dengan gw di Sydney. Gw pertama ketemu dan kenalan ketika datang ke buka puasa waktu itu.

Sempet ribet urusan sama Pak Anyo, karena dia kan baru mulai kerja awal Agustus ini. Lha baru mulai kerja kok udah minta ijin aja, hehe. Untungnya hari ini adalah 17an, jadi dia lagi libur dan bisa santai-santai. Dia dateng kecepetan, jadi gw nemuin dia dulu di lobby, sebelum naik ke studio di lantai 4 bareng Nicole.

Kalau sama Pak Anyo, waah lebih lancar lagi, secara reading yang dilakukan hanya 2 halaman. Santaaaaii… Dan pembawaannya Pak Anyo ini juga oke sebagai ‘Pak Asep’, hihihi. Gak perlu banyak retake, tinggal diarahin sedikit, jadi deh! Paling gw tinggal bilang ke dia,”Imagine you’re a becak driver, you were outside, sitting on your becak, waiting for passenger, and I ask you these questions.” Voila!

Senaaaanggg sekali deh! Urusan kerjaan satu per satu mulai kelaarrr..

Studionya ... nyam!

Setelah selesai reading session tadi sama keduanya, Nicole tanya, gimana kesan gw. Gw bilang, ini kali pertama buat gw. Kata Nicole,”I thought so… but you’re doing great!” Yeay! Senang!

Advertisements