Tags

Kamis kemarin, sejak pagi-pagi Tony MacGregor udah kirim email ini ke gw dan orang-orang di ABC Radio National.

Selamat pagi kawan – a reminder that there will be tea, coffee, cakes and Libby’s Famous Parmesan Scones from 11am this morning on Level 5, to welcome our Indonesian colleague Citra Dyah Prastuti and to farewell Lorena Allam (who is only leaving us for 6 months, but still…)

Woohooo… kayak apa sih Morning Tea di Australia?

Sejak beberapa hari sebelumnya, Tony tanya ke gw, kalau di Indonesia, apa istilah untuk ‘morning tea’? Gw bengong dong. “We don’t have such thing as morning tea,” kata gw. Eh bener kan ya gak ada? Atau sebenernya ada tapi gw gatau aja, huhuhu.

Tony MacGregor adalah orang di belakang kehadiran gw di Sydney selama sebulan untuk garap dokumenter radio ini. Gw ketemu Tony pertama kali ketika dia jadi trainer untuk program Asia Calling di kantor gw. Dari situ, kita banyak ngobrol soal dokumenter radio, gw juga jadi interpreter buat dia wawancara beberapa orang, trus gw juga minta dia untuk ngasih liat beberapa contoh dari ABC dan contoh lainnya untuk memperkaya cara kami bikin feature radio. Bla bla bli bli, terciptalah ‘radio documentary fellowship’ itu.. and here I am 🙂

 

Sejak jam 11 kurang, Danny Maratos udah siap-siapin meja dan termos air panas untuk Morning Tea ini. Di meja tengah, udah ada beberapa kue yang ditaro di situ. Di meja samping adalah meja untuk teh dan kopi. Nyam! Pas deh gw lagi agak lapar gantung gitu jelang makan siang, hihihi.

Jam 11 teng, orang-orang pada berdatangan ke Level 5 ini. ABC Radio National selain ada di lantai 5, juga ada di lantai 4. Rame juga ternyata. Ini kali pertama kantor ini terasa sangat ramai, hoho. Biasanya ampun deh, sepinyaaaaaaahhh…

Acara dimulainya yaaa dimulai gitu aja. Semua orang langsung sibuk ngunyah aja. Gw cobain juga dong scones yang dibuat Libby, yang katanya adalah Australian delicacies itu. Enak juga, walaupun olesannya tampak agak horor. Scones ini dibuat dari tepung, telur, susu dan parmesan, dibikin adonan, digulung, trus dipanggang, trus dipotong-potong. Dimakannya dengan olesan olive butter. Walaupun tampak ajaib, enak jugaaaa… nom nom!

Di tengah-tengah kita makan itu, Tony ngebunyiin gelas. Eh ternyata dia speech. Secara resmi, dia menyambut kedatangan gw di ABC Radio National, walaupun itungannya udah telat banget, secara pekan depan gw juga udah balik ke Jakarta, haha. Dia lantas cerita panjang lebar tentang ‘Utan Kayu’ — tentang KBR68H, tentang jaringannya, tentang Green Radio, tentang Sarongge dan adopsi pohon… dan dia menceritakannya dengan penuh kekaguman. “It’s a gem,” begitu dia mengakhiri speech-nya.

Eh trus gw diminta ngomong sepatah dua patah kata. Nah lho. Yaaa gw ngoceh aja sekadarnya. Tentu saja kalimat-kalimat standar mesti keluar: It’s been great to be here, bla bla bla. Tapi bener deh. Berada di Level 5 ini yang dindingnnya penuh dengan penghargaan internasional, yang meja-mejanya penuh dengan aneka piala, yang semua orang di sini kayaknya pernah menang award sesuatu… the feeling is incredible!

Setelah speech, yaaa basically kembali ke acara makan dan kenalan. Gw kenalan dengan banyak sekali orang yaaanng tentu saja sekarang gw udah lupa. Ada satu yang belum pernah ke Indonesia, bahkan belum pernah ke Bali. Gw kagum sama dia,”You might be the only Australian who has never been to Bali.” Dia bilang, dia ragu-ragu mau ke Indonesia karena di paspornya ada cap negara Israel. Ooooo…

Trus gw kenalan sama orang lain lagi dari program religion. Dia lagi bikin tulisan soal ‘Islam and heavy metal’. Eh? Gile. Gw janji coba nyariin kontak buat dia menggali bahan dan sebagainya. Gw tanya juga ke dia, apakah program religion itu populer di Australia? Dia bengong dikit. Trus dia menjawab,”Of course I must say that this is really popular…” kata dia sambil senyum manis. Hoho bener juga 🙂

Nicole menutup Morning Tea ini dengan menggeret gw ke ‘kantor gw’ (oh it feels good to say that!) dan kembali membahas dokumenter yang lagi gw garap. Aaaahhh….

Eniwei, trims banyak untuk Tony yang sudah set-up Morning Tea buat menyambut gw. The pleasure is mine, really.

Advertisements