Tags

Kali pertama gw denger istilah ‘bush trip’ gw yang berasa aneh gitu. Emang asik gitu ya bush trip? Semak-semak gitu? Dan ketika mendengar Tony bilang ‘the bushes are beautiful’, gw makin bengong. Semak-semak yang kayak gimana sih ini sebenernya?

 Tony tinggal di sekitar Brisbane Water dan taman nasional apa gitu gw lupa namanya. Perjalanan kereta 1,5 jam, lumayan lah ya. Dan karena deket taman nasional, ya itu, mereka tinggal dikelilingi oleh bushes itu. Halaman belakang rumahnya Tony, nah itu udah termasuk taman nasional. Gile, keren amat yak. Karenanya di belakang rumah Tony suka ada bush turkey, yang lucuuuuu sekali: warnanya hitam dengan jambul kuning dan merah. Sayang gw gak sempet foto karena dia keburu terbang ke atas pohon.

Setelah makan siang, Tony dan Virginia mengajak gw plesir di sekitar sini. Restoran tempat kami makan siang itu ada di sisi lain-nya Brisbane Water. Trus kami pergi ke pantai, namanya Pearl Beach. Asik deh pantainya. Putih bersihnya kayak Bondi Beach, dan sepi. Trus jalan naik ke atas sedikit, ke tebing, dan di sana ada tempat duduk (!) jadi orang bisa menyepi di sini dan menikmati laut. Wah asik sekali! Nah dari dan menuju ke pantai itu melewati semak-semak dikit. Dikiiitt sih ini, karena jalannya adalah jalan aspal bisa dilewati mobil. Tapi di kiri kanannya ya si semak-semak itu. Asik juga. Ada yang berbunga-bunga warna warni.

Kata Tony, dia seringkali ajak anak-anaknya untuk bush trip di sekitar rumah mereka. Kalo di deket rumah gw ada kayak ginian, plus mataharinya dikecilin dikit, pasti asik untuk bush trip juga… karena gak akan keringetan. Oh ya, sama gatel-gatel kena rumputnya dikurangin dikit juga pasti seru, hohoho banyak permintaan.

With Virginia

Seperti kata Virginia, Tony itu seperti ‘fountain of knowledge’. Setiap kali gw tanya apa-apa soal segala macem, Tony pasti tau jawabannya. Termasuk ketika gw liat papan ‘tank in use’, atau ketika gw liat tiang besi berdiri begitu saja. Tiang itu ternyata lubang pembuangan udara dari gorong-gorong di bawah – sesuatu yang Virginia gak tau. Dan papan ‘tank in use’ ini ternyata ada hubungannya dengan Australia yang seringkali mengalami kekeringan. Di soal kekeringan ini, terminologi ‘kekeringan’ mereka dan Indonesia jauh berbeda. Ketika Tony menyebutkan ‘kekeringan’ di kepala gw yang terbayang adalah daerah Nusa Tenggara, gersang, harus berjalan berkilo-kilometer untuk mendapatkan air, dan sebagainya. Nah kalau di Australia, kekeringan artinya “We couldn’t water our garden.” Duileh.

Asik sekali jalan-jalan sama Tony dan Virginia. Anak-anak mereka yang gadis remaja itu pada punya urusan masing-masing, jadinya gak ikut. Gak kebayang juga sih kalau mereka ikut, kan ada generation gap, hihihi. Rasanya gak rugi lah melewatkan agenda ke Blue Mountains kalau bisa bush trip bersama Tony dan Virginia ini, kan jadi serasa dapat local guide 🙂

Advertisements