Tags

Tony mengajak gw nonton pertandingan netball anak perempuannya. “This is the semi final game,” gitu katanya. Tampaknya dia bersemangat sekali mau nonton anaknya tanding *ikut senang* Berhubung gw juga gak pernah tau apaan itu gerangan ‘netball game’, penasaran!

Netball ini katanya sangat terkenal di suburban. Di sini aja ada puluhan tim. Di semi final kemarin itu, ada puluhan tim juga yang bertanding di saat bersamaan. Lapangannya penuuuuhhhhh banget. Jangan salah, lapangannya ada 29! Penontonnya kebanyakan adalah ortu yang menyaksikan anaknya bertanding. Jadi ada di lapangan ini kayak lagi nontonin anak mudah tanding dan orangtua reuni gitu.

Netball ini sejenis basket, rupanya. Yang main netball hanya anak perempuan, karena anak laki mainnya ya basket. Aturan mainnya kurang lebih gini. Bola itu tidak di-dribble, tapi dilempar antar pemain. Kalau udah pegang bola, kaki gak boleh gerak-gerak lagi, harus stand still, untuk nyari kepada siapa bola itu harus dilemparkan. Trus pihak lawan yang lagi ‘ngejagain’ kita, juga gak bisa ngerebut bola gitu, karena dia juga gak boleh bergerak dari pijakan terakhirnya.

Setiap orang punya perannya masing-masing dalam pertandingan ini. Dan untuk itu, mereka pakai penanda untuk menunjukkan mereka lagi di posisi apa. GS adalah goal shooter, maka dia akan dijaga oleh ‘lawannya’ yang berperan sebagai GD alias goal defense.

Penandanya itu bisa pakai kaos kutung yang dipakai setelah seragam tim, atau ditempelin di punggung-dada seragam tim pakai …. Hmmm apa sih itu namanya item-item yang buat nempelin itu… gw nyebutnya ‘kereketan’, tapi gak pernah tau sebenernya namanya apa. Lambang-lambang lainnya adalah C untuk Central, WA untuk Wing Attack atau WD untuk Wing Defense.

Yang jadi sasaran ‘nembak’ bole adalah seperti ring-nya basket, tapi gak pakai net. Jadi ya tiang tinggi, dengan lingkaran bolong di atas aja. Lingkarannya ada dua, satu di atas dan satu lagi di bawah. Nah lingkaran yang di bawah itu untuk pemain netball yang masih cilik-cilik. “Usually girls start playing netball since 5-6 years old,” kata Tony.

Tim anaknya Tony namanya Coastal Waters. Anaknya Tony, Lina, main sebagai Wings sesuatu apa gitu lupa. Coastal Waters ini belum pernah terkalahkan sejauh ini, jadi mereka melaju ke semi final ini dengan kondisi selalu menang. Naaahh sialnya di pertandingan kali ini, perlawanan tim lawan rupanya cukup sengit. Tony gemes sendiri ngeliat permainan anaknya. “Come on Lina, jump!” gitu Tony teriak-teriak dari pinggir lapangan.

Bener aja, skor pertandingan selisihnya cuma 4 poin gitu. Coastal Waters menang sih, tapi baru kali ini beda skornya tipis banget. Pekan depan, agenda netball ini akan berlanjut lagi ke tahap grand final.

Ohya, si pencatat skor duduk anteng di pinggir lapangan. Emak-emak keduanya. Menarik juga liat buku skor-nya. Kayak nulisin turus, tapi udah ada angka-angkanya. Ngerti gak? Menurut gw sih ini oke juga, karena kan jadinya gak perlu ngitung ulang dari awal dan tinggal liat angkanya.

Kalau dengerin cerita Tony soal pertandingan ini sih kayaknya netball emang big deal banget buat keluarga mereka dan lingkungan sekitar mereka. Sebagai orang yang gak mudeng olahraga, gw yaaa ngangguk-ngangguk aja dong, hihihi.

Advertisements