Tags

Ini hari pertama dan kali pertama gw kerja dengan sound engineer. Oh I’m soo excited! Sound engineer yang akan menangani dokumenter gw adalah Timothy Nicastri — Italia, kriwil, kacamata. Hello there!

Gw dan Timothy bekerja di Editing Booth P50, di lantai 5. Gak jauh dari ‘kantor’ gw. Selama seminggu ini, booth itu udah dibooking untuk proses mixing dokumenter ini. Gile ya, seminggu buat mixing… *teringat kantor sendiri*

Prosesi bersama sound engineer ini tentunya dimulai dengan kenalan dulu. Timothy sudah 4 tahun bekerja jadi sound engineer di ABC. Sebelumnya kerja di Sony sebagai music engineer gitu. Dia udah lamaaaa banget urusan sama sound engineering macam begini, karena dia mulai kerja di Sony sejak usia 15 tahun. Weks, gile.

Studio tempat kami bekerja ini luas deh. Ada satu meja besaaaar… isinya monitor dua biji untuk kebutuhan editing audio. Ada speaker gede, sehingga mendengarkan audio tidak perlu pakai headphone, tapi bisa didengarkan bersama-sama lewat speaker. Studio ini berdampingan dengan audition studio, untuk baca naskah.

Setelah kenalan, Timothy mulai bekerja. Gw udah cerita sebelumnya, apa isi dokumenter ini. Juga bahwa di mixingan ini ada audio kualitas MP3 dan WAV. Timothy lantas mulai mendengarkan keseluruhan 34 menit yang udah gw buat dalam beberapa pekan terakhir. Gak lama Nicole gabung, dan kami sama-sama mendengarkan proses mixingan ini, plus dapat beberapa catatan tambahan dari Nicole.

Selama mendengarkan audio itu, Timothy selalu berdiri. Ketika gw tanya kenapa, kata dia,”People have the ability to stand, and I like to stand.” Ada-ada aja. Tapi kayaknya sih bener juga. Kalau duduk, kan selalu ada kemungkinan postur tubuh tidak terjaga baik, bongkok dan sebagainya. Sementara kalau berdiri, ya pasti punggung akan tegak, dan bisa stretching setiap saat.

Setelah selesai mendengarkan secara menyeluruh, Timothy juga ngasih beberapa catatan. Misalnya soal shift of emotion yang luar biasa dari si Eros ini, tentang kualitas audio yang perlu di-adjust, beberapa hal yang gak dimengeri Timothy dari isi cerita, dan sebagainya. Menarik juga pastinya, bisa dapat ‘fresh ears’ untuk mendengarkan dokumenter itu. Terbukti, Timothy ngasih beberapa masukan yang gak kepikiran oleh gw dan Nicole, secara kami udah enek ngedengeriin ini berulang kali.

Setelah itu, giliran gw yang bekerja keras: baca naskah. Whoah pasti seru nih, secara gw di kantor sendiri gak boleh baca feature 15 menit, karena suara gw sangat ‘tidak berwibawa’ dan terlalu ‘flat’ dan seringkali ‘terlalu cepat’. Duh jadi degdegan…

 

Advertisements