Tags

 

Teknologi emang luar biyasa. Tadi pagi sukses aja gituh rekaman dari Sydney, bersama talent yang ada di Melbourne. Wiiihh… canggih!

Pagi-pagi gw dibikin kaget sama Sabrina: kok gak ada booking studio di Melbourne? Haddeeehh… Perasaan kemarin gw udah dapat email konfirmasi dari Melbourne yak soal studio? Gw langsung ngibrit ke editing booth, untunglah udah ada Timothy di sana. Timothy yang ngontak Melbourne dan membereskan semuanya. Fiiiuuuhh…

Sekitar jam 10 kurang, kita bergeser ke studio 244 di lantai 4. Ini studio baru, katanya Timothy. Jadi panel-panelnya juga baru. Dia udah pernah dapat training, dan untungnya di sana tersedia orang yang memang ngerti alat baru ini.

Dan akhirnyaaa… tersambung juga gw dan Timothy di Sydney dengan Sabrina dan Ibu Juni di Melbourne! Senangnyaaaaaa…

Gw memulai proses reading ini dengan Ibu Juni karena line-nya lebih pendek. dia memerankan Ibu Uwen. Gw ngebrief dulu ngasih gambaran karakter dan konteks situasi ketika line percakapan itu terjadi. Sempet aja kebingungan di Ibu Juni ketika di-brief teknis sama Timothy. Istilahnya emang samar-samar banget sih, misalnya gini: you need to be a little rough on your voice, put a smile on your face, it’s great but you sound too happy, fascinating but maybe we can do with a different intonation, atau you sound too edgy. Hadeh. Ribet toh.

Setelah sesi dengan Ibu Juni kelar, giliran Sabrina Tumewu. Dia bilang sejak awal kalau dia agak grogi, karena line-nya Ibu Juni dikit banget, sementara line dia lumayan banyak. Aih, belum tau aja berapa panjang readingnya Mak Eros, kekekek.

Sama Sabrina juga lancaaaarrrrr… Dia hanya agak kecepetan aja bacanya, tapi tone dan sebagainya udah oke banget. Perlu beberapa kali take, tapi ya itu buat jaga-jaga aja, mumpung dia masih ada di ujung Melbourne sana. Timothy juga hassle-free gitu mengarahkan Sabrina, lancaarrrr…

Gak sampai setengah jam, prosesi reading ini selesai, meski sebetulnya kita booking studio untuk 1 jam. Senangnyaaaa! Ayo kembali bekerja!

Advertisements