Tags

Untuk ke-1700 kalinya, gw dengerin lagi mixingan ini. Sejak kemarin, kita melakukan ‘listening through’ terhadap mixingan dokumenter ini. Gw mengagumi betul ketelitian telinga Nicole dan kesanggupan Timothy memperbaiki audio-audio itu.

Selama listening through dilakukan, Timothy akan pasang timer yang gede di monitor satunya. Dengan begitu, kalau ada catatan atau perbaikan yang perlu dilakukan, gak tebak-tebakan lagi itu ada di halaman berapa di skrip atau di menit ke berapa. Udah persis gitu lho angkanya.

Dan Nicole, sungguh luar biasa sekali ketelitiannya. Buat kuping gw, dokumenter ini terasa sudah perfecto. Mungkin karena gw udah enek ngedengerinnya berkali-kali juga sih, jadi bawaannya pengen ‘aduh udahan dong buruan’ gitu lho. Sebenernya Nicole juga udah dengerin ini berkali-kali, tapi entah mengapa, kok ya dia bisa aja mempertahankan kejelian dia mendengarkan rangkaian audio ini.

I LOVE her red boots by the way

Nicole tekun banget mendengarkan mixingannya. Di listening through kemarin, dia nyatet banyaaaaaak sekali yang perlu dilakukan. Salah satu kesan utamanya adalah dia merasa ‘fatigue’ ketika mendengarkan ini. Salah satu faktornya adalah cara gw baca naskah *tertunduk dan membisu dah gw*

Giliran di listening through hari ini, masa aloh itu catatannya Timothy banyak beneerrrrr… Perasaan ini udah hari terakhir dan tinggal pritilan yang dikerjain. Dari menit ke menit ada aja yang dicatet, tambah suara anak-anak lah, more chopping lah, atau apa gitu. Panjang banget catetannya.

Setelah selesai mendengarkan, maka Nicole dan Timothy akan mereview lagi catatan mereka. Catatan gw? Gw gak nulis apa-apa dong, secara buat kuping gw semua udah berjalan dengan lancarrr dan sempurna. And I thought I have already set up a high standard for everything, ternyata ada yang lebih edan dari gw hahaha 🙂

Dan setelah ke-sekian kalinya kita dengerin audio ini, muncul perdebatan baru: apakah berat keranjang dan baskom yang dibawa Mak Eros itu betulan 25 kilogram masing-masing? Nah lho, after all this time, perasaan gak diprotes. 25 kilogram terasa terlalu berat. Sejatinya, gw gak tau apakah itu bener-bener 25 kilogram atau enggak, kan gak gw timbang. Gw sempet coba angkat, dan berat banget, tapi ya manalah gw tau itu 25 atau enggak. Angka 25 itu angka yang bolak balik disebut sama Mak Eros. Setelah perdebatan panjang *enggak deng* akhirnya disepakati angka 30 kilogram untuk kedua barang.

Daaaaannn itu artinya gw masuk ke studio lagi, bacain naskah lagi, Timothy masukin file baca naskah itu ke dalam mixingan lagi, kutak-katik sedikit lagi biar oke, baru kelar.

Kelar? Belom. Nicole akan membooking Timothy untuk sehari atau setengah hari supaya pritilan terakhir yang dicatat Nicole itu bisa dibenerin lagi oleh Timothy.

Ajigile.

Gw sedang membuat Timothy ketinggalan kereta pulang ke Blue Mountains karena gw minta dia mixdown-in hasil karya ini dalam bentuk WAV, supaya bisa gw perdengarkan ke kantor apa saja yang gw lakukan bersama Nicole dan Timothy selama 4 pekan terakhir ini.

Nicole barusan masuk studio dan she said,”You’ve done a very good job, you’re a good story teller, and I’m proud of you.” Dan kami berpelukan.

Oh how I’m going to miss her so bad.

Advertisements