Tags

Sampai di Dili dengan selamat sentosa. Barang gak kekurangan apa pun, disempet-sempetin foto plang bandara: Aeroporto Internacional Presidente Nicolau Lobato… yang ternyata adalah nama salah satu presiden mereka.

Bandaranya kecil, kayak di kota kecil gitu deh. Begitu masuk, langsung ketemu pengurusan visa on arrival $30, lalu masuk ke dalam isi kertas imigrasi dulu, lalu serahkan ke petugas, keluar loket, ambil barang di sebelah kanan (ban berjalannya cepet banget!) dan abis itu pintu keluar deh.

Kaget juga pas keluar pintu bandara ternyata ada tulisan di kertas: Welcome Citra Dyah Prastuti.

Lho, gw dijemput toh?

Ternyata yang jemput gw adalah Bung Sico dan Zelia dari TLMDC. Dan ternyata tebakan gw bener: Timor Leste Media Development Center. Gw dijemput pakai mobil, trus langsung aja dari bandara kita menuju kantor TLMDC.

Bandara ini adanya di daerah Comoro, sementara TLMDC dan Hotel Sebastiao ada di daerah Colmera. Kalau baca di situs-situs sih daerah Colmera lumayan lah, kalau liat dari peta kok juga gak jauh-jauh amat dari pantai. Trus deket pasar. Rasanya asoy lah ya kalau deketan sama pasar.

Dari bandara, kita lewat ke mal pertama di Dili. Hohoho, selamat ya punya mal 🙂 Ini pasti gara-gara Krisdayanti deh *curiga* Tentu jangan bandingin Mal Timor ini dengan Senci yak. Lah wong kotanya aja kayak Jakarta di gambar-gambar jaman dulu. Jalan masih lengang, gedung gak tinggi-tinggi amat. Lebih tepatnya mungkin kayak kota-kota kecil di Jawa gitu deh. Kesan gw sih kota ini bahkan lebih sepi dibandingkan Lhokseumawe misalnya, tapi mungkin karena gw baru di daerah Colmera aja.

Trus kita lewatin juga kantor presiden. Kata Bung Sico,”Kita ini punya presiden yang cukup unik.” Mengapakah? Karena di depan kantor presiden dibangun taman bermain untuk anak-anak, trus disediakan free wi-fi. He? Seru amat! Kebayang gak sih serunya main di depan kantor presiden, hahaha. Trus kantor kepresidenan trus keberisikan sama anak-anak main petak umpet gitu? Kekekeke.

Begitu sampai TLMDC, taro barang, trus gw garing gitu dong gatau mau ngapain. Apalagi desas-desusnya internet lambat. Jadilah gw jalan-jalan aja ke sekitar TLMDC, ke arah jalan besar gitu. Banyak tukang dagang gelar barang-barang jualannya di trotoar. Gak beda lah sama di Jakarta. Gw seliweran aja di situ, motret sana motret sini.

Yang paling banyak keliatan lalu lalang adalah mobil punya UN. Wuih, masih ada aja gitu? Konon tahun depan UN udah harus angkat kaki dari Timor Leste, persisnya pasca Pemilu Parlementer dan Presiden tahun depan.

Jadi kesan gw soal Dili?

It’s gonna be loads of fun!

Advertisements