Tags

Untuk kali pertama dalam hidup gw, gw wawancara dalam bahasa Tetum, aye!

Orang yang gw wawancara adalah Bapak Mau Nana. Gw end up manggil dia Om Mau Nana, ikut-ikutan sama Mbak Siti keponakan dia yang adalah kakaknya Alexhia. Om Mau Nana ini adalah komandan pengamannya Xanana Gusmao… aye! Sepanjang masa invasi 1975-1999 Mau Nana dicari-cari tentara Indonesia karena petinggi Fretilin dan untuk itu selama 24 tahun dia bergerilya di dalam hutan… *fiuh*

Jadilah ini wawancara akrobatis dong. Karena Om Mau Nana hanya lancar bahasa Tetum dan Portugis. Dia sama sekali gak lancar bahasa Indonesia karena kan dia gerilya di hutan. Gak ketemu bahasa Indonesia dong. Dengan alasan yang sama, dia gak lancar bahasa Inggris juga.

Jadilah gw bajak Mbak Siti untuk jadi interpreter dadakan.

Dan Mbak Siti ini udah berpuluh tahun nggak pernah ngomong pakai bahasa Indonesia.

Eaaaaaa…

Om Mau Nana ini senengnya cerita panjaaaaaaaang banget dengan sangat ekspresif. Seru! Gw bisa ngikutin ekspresinya, tapi pan gw ngangguk-ngangguk doang yak, gak tau apa sebenernya yang dia ceritain. Cuma nangkep dikit-dikit aja kalau ada kata yang rasanya familiar. Dan Mbak Siti karena gak terlatih interpreter on the spot gitu, jadilah dia nerjemahin yang dia inget aja dong. Which means, jadinya panjang terjemahan dia gak sepanjang omongan asli Om Mau Nana.

Kayyyaaaaaa…

In the end, wawancara cukup lancar dan menyenangkan. Walaupun setiap lelucon atau bercandaan yang harus ditranslate dulu pada akhirnya berujung jadi gak lucu gitu…

Advertisements