Hari Sabtu gw dedikasikan untuk Lospalos. Ini adanya di Distrik Lautem, distrik paling timur di Timor Leste.

Gw akan bertemu keluarganya Alexhia Cordova da Silva Ximenes. Di Lospalos, Kampung Ira Lafai, ada ibu, bapak, saudara-saudaranya. Mereka baru ketemu lagi tahun lalu, setelah Alexhia diambil saat usia 40 hari.

Rombongannya cukup banyak. Ada gw, Kaki Siti (kakaknya Alexhia), serta Kak Inacia dan Kak Isabella yang orang asli Lospalos juga, serta diantar oleh Om Je, yang masih sodaranya Kak Inacia. Seru, semua orang sepertinya saling bersaudara di sini 🙂

Perjalanan makan waktu sekitar 6 jam pakai mobil *fiuh*

Perjalanannya pun super mantap. Jalan berkelok-kelok tiada henti gitu. Ajigile, ngeri banget setiap kali papasan sama truk atau mobil lain, berasanya mepeettttttt banget. Karena jalannya juga gak lebar-lebar. Untungnya mulus jalannya, peninggalan Indonesia, hehe.

Tapi pemandangannya asiiiikk banget. Perjalanan dari Dili ke Lospalos itu menyusuri sisi sebelah utara wilayah Pulau Timor bagian Timur alias Timor Leste. Jadi ya di kiri ada laut, di kanan ada bukit. Ih mantep banget deh. Lautnya birrrruuuuuuuuuuuuuuuu banget dan terasa begitu dekat sekali sama mobil. Sementara di sebelah kanan, pemandangannya juga hijaauuuuuuuuuu banget.

Asiknya itu, meski terik nggak kira-kira, karena pemandangan hijau, dan daun-daunnya entah lah kok kebanyakan hijau muda gitu warnanya, jadi bawaannya ya segera aja gitu.

Kita sempet berhenti makan dulu di Kairabela. Ini belum sampai Baucau lho, artinya belum setengah perjalanan ke Lospalos *lap keringet* Ini memang jadi sasaran pemberhentian makanan, karena kalau di tempat-tempat lain, nggak ada tuh tempat makan di pinggir jalan. Jadi ya harus berhenti makan di sini atau silakan kelaparan sampai tujuan.

Tempat makannya juga unik banget. Pakai atap daun kelapa gitu, trus setiap tempat makan menunya ya sama: ikan. Di sini ikan dimakan dengan katupa alias ketupat isinya nasi kuning. Nasinya rada keras, nggak kayak ketupat lebaran yang nasinya cenderung empuk. Ikannya dibakar biasa gitu. Enak juga makan begini, secara belum sarapan dari pagi J

Gw insist untuk bayarin makan karena sebelumnya gw dibayarin melulu sama Kak Inacia. Akibatnya, gw yang disuruh ngomong langsung sama pedagangnya. “Tiu!” begitu cara manggil Mas/Om di tempat sini. Trus gw diajarin ngomong “Berapa harganya?” sama mereka, yang tentunya sekarang gw udah lupa lagi. Ini masih bahasa Tetum, belum lagi pakai bahasa Fataluku yang hanya dipakai di Lospalos lhoh.

Abis itu perjalanan lanjut lagi. Dan ini kayak never ending road yang berkelok-kelok gitu. Gw tidur, bangun, tidur, bangun, tidur, bangun, tetep aja nggak nyampe-nyampe. Mobil sempet berhenti beberapa kali karena Kak Inacia nyari mangga buat dibawa ke rumah.

Begitu mendekati area Lospalos, gw sok berasa agak spooky gitu. Soalnya dari yang gw baca, dan diceritain sama teman seperjalanan, dulu Lospalos ini basisnya Fretilin. Di sebelah kanan jurang, di sebelah kiri hutan lebat. Di hutan itulah warga desa dulu bersembunyi dari tentara Indonesia. Terutama yang sembunyi adalah anak muda, karena mereka pasti dituduh Fretilin yang pilih merdeka, bukan integrasi. Merinding membayangkan betapa banyak pembunuhan terjadi di sini, dibunuh hanya karena mereka ingin merdeka – dan padahal itu adalah hak mereka. Dan mengingat yang ngebunuhin itu orang Indonesia… brrrhhh, makin nyeri hati ini rasanya.

Sekitar jam 12.30-an, kita akhirnya jelang Lospalos juga, dan mobil berhenti lagi, untuk beli sayur.

Tempat jualan sayurnya juga lucu. Gw duga sih peninggalan Indonesia juga. Dia ada di pinggir jalan, out of nowhere gitu, trus berupa meja dari beton yang bolong-bolong di bagian bawah. Trus sayurnya ya ditaro di situ, orang dateng, trus beli. Karena ini udah sampai di Lospalos, kampung halamannya Kak Inacia dan Kak Isabella, maka semua pedagang juga mereka kenal. Sebelum beli sayur ya cipika cipiki dulu, hihihi lucu ya. Akrab banget gitu keliatannya, seru ngeliatnya!

Akhirnya jelang jam 14 kita sampai di Kampung Ira Lafai, di Lospalos. Saatnya bekerja J

Oh ya. Selamat merayakan Hari HAM Internasional yah!

Advertisements