Tags

Dua kali sudah gw ke Pantai Kelapa. Ini adalah pantai beken lah kira-kira gitu di Dili. Gw mau ngegoogle untuk mencari pembuktian pihak ketiga, tapi internetnya lambat jaya.

Setiap sore selalu ramai di Pantai Kelapa ini. Gw dianterin sama orang TLMDC menuju ke sana kemarin abis pelatihan. Dia bilang,”Nanti jam 19 udah sampai di hotel lagi saja ya, takut ditipu supir taksi di sini.”

Oke baiklah. Mari kita nikmati Pantai Kelapa di sore hari.

Pantai ini ramai sekali di sore-sore. Nggak rame kayak Ancol di pagi hari sih, masih nyaman buat jalan-jalan di tepi pantai. Pantainya juga masih terhitung bersih.

Daerah ini itungannya daerah beken mestinya. Karena di sini ada beberapa hotel yang langsung menghadap ke pantai. Tapi mereka gak persis di pasir pantainya, karena antara pantai dengan hotel terpisah jalan. Jadi nggak ada hotel yang lantas menguasai satu wilayah pantai tertentu. Bagus lah kalau begitu.

Di daerah Pantai Kelapa ini juga ada kantor Kementerian Luar Negeri, juga ada beberapa bar dengan banyak pengunjung bule dan tawaran diving serta kedutaan besar. Ada beberapa kedubes di sini, yang gw inget cuma ada Kedubes Malaysia aja.

Tadi pagi pas gw nyerah jalan kaki dan akhirnya nyegat taksi ke Pantai Kelapa, gw gengsi dong dikira turis sama supir taksi. Jadi gw sotoy gitu bilang sama supir taksi,”Mau, ke depan Kedubes Malaysia ya.” Padahal sih sebenernya ya cuma mau bilang ke Pantai Kelapa aja, hihihi.

Di pinggir pantai pas sore hari banyak orang jualan. Orang TLMDC bilang “Banyak yang bakar sate ayam.” Seketika tentu gw pikir ini sate ayam seperti di Indonesia, potongan daging ayam ditusuk di tusuk sate, trus pakai bumbu kacang atau kecap. Ini ya gak gitu.

Yang disebut ‘sate ayam’ di Pantai Kelapa ini ya bener-bener ayam potong (paha, dada gitu), ditusuk di tusukan sate. Ayamnya dibakar dengan bumbu kecap, trus ya udah hap dimakan. Makannya bareng katupa alias ketupat, yang dibungkus plastik. Asik juga, ayam dan ketupat panas, di pinggir pantai. Oh ya, plus Coca Cola dingin. Yum!

Tadi pagi gw ke Pantai Kelapa lagi buat ngerekam suara laut dan pantai, trus bikin stand up buat urusan kerjaan. Abis itu ya jalan-jalan nggak tentu arah aja. Gw kayaknya nggak tipe anak pantai yang bleh langsung jatuh cinta sama laut trus bisa duduk diem bengong menikmati laut gitu, jadi ya selaw aja gw sama pantai. Maafkan ya.

Biar begitu, masih ada satu pantai yang harus dituju: pantai dengan patung Kristus, icon kota Dili. Ini baru a must-go nih.

Advertisements