Tags

TLMDC ini satu kantor dengan salah satu radio di Dili, namanya Radio Liberdade. Di dalam sini isinya ya anak muda semua. Ini radi hiburan, juga ada beritanya. Studionya satu, kecil, dan ini tempat favorit gw selama di TLMDC karena AC-nya dingin hihihi.

Radio Liberdade ini tampaknya cukup beken di Dili. Salah satu peserta training namanya Jojo. Dia adalah penyiar program “Istana Cinta”. Amboy nama programnya mantap yak. Ini adalah program konsultasi masalah cinta. Ntar ada pendengar yang curhat, lalu pendengar atau penyiar kasih solusi. Acara ini katanya laris manis tanjung kimpul gitu deh.

Karena ini lagi training radio, gw membutuhkan studio untuk rekaman baca naskah. Sebetulnya mereka ada satu studio lagi, barengan sama tempat buat mixing video. Ini unit usaha lainnya TLMDC demi mencari segenggam berlian supaya kantor tetap jalan lah. Nah sialnya, di studio yang satu ini, AC-nya bunyi kenceng. Jadi mesti dimatiin dong kalau mau rekaman suara. Dan jadinya pengap. Berasa mau pingsan kalau ada 3 orang di sana yang lagi antri baca naskah. Jadilah kita pakai studio siarannya Radio Liberdade.

Pas Lica, salah satu peserta, lagi mau baca naskah, salah satu anak TLMDC Maria bilang dalam bahasa Tetum, minta tolong matiin transmitter. Gw bingung dong. Lho, kok transmiter? Gw tanya, emangnya ini studio buat siaran juga? Yoi ternyata. Dan transmitter itu dimatiin supaya suara peserta training baca naskah gak mengudara.

Lhah.

“Jam segini harusnya kita ada siaran, soal tips. Tapi tenang, tadi saya udah bilang ke pendengar, kalau nanti siaran akan terganggu karena studio dipakai untuk training,” kata Maria.

Vonia, salah satu peserta training

Lhoooo.. jadi lagi enak-enak dengerin musik, trus dimatiin gitu siarannya?

Gile, rock n roll banget ini radio!

Advertisements