Gw akan menuju ke Yangon setelah acara di Chiang Mai selesai. Kalau ngikutin travel agent sih, rute pesawatnya adalah Chiang Mai-Bangkok-Yangon. Tapi kok ya rasanya buang-buang umur banget, secara kalo liat dari peta, Chiang Mai dan Yangon itu sebelahan aja deh.

Jadilah gw tanya teman yang tinggal di Chiang Mai dan dia bilang, ada flight Chiang Mai ke Yangon yaitu Air Bagan.

Cek punya cek, flight Chiang Mai-Yangon dan sebaliknya itu hanya ada dua kali dalam seminggu; yaitu hari Kamis dan Minggu. Karena jadwal gw di Chiang Mai kelar di Sabtu, ya Minggu adalah pilihan terbaik. Itu pun jam flight-nya hanya sekali. Jadi sebaiknya pesan dari awal saja tiketnya daripada manyun di depan counter gara-gara keabisan seat pesawat.

Harga tiket Chiang Mai-Yangon itu 6500-an Thai Bath, kalau di rupiah sekitar 1,8 jokut. Mahal. Huh. Cara pesan tiketnya gak model Air Asia yang bisa langsung submit segala macem di situ. Kita email reservasi dulu, trus di-email balik sama dia, lalu selanjutnya komunikasi lewat email itu.

Untuk pembayaran, dia kasih URL untuk online payment. Pilihan lainnya adalah mengisi formulir yang disediakan dia, scan dan kirim balik ke Air Bagan via fax atau email. Gw pilih pakai online payment, karena kok rasanya ajaib aja gitu ngirim detil kartu kredit dan ngejembrengin gitu di fax machine di sana. Apalagi gw harus mencantumkan tiga digit yang di bagian belakang kartu kredit itu. Itu mestinya rahasia bukan sih ya?

Lalu gw coba bayar online. Udah berkali-kali dicoba, gagal. Nyerah. Gw email ke mereka, nanyain soal ini. Dan mereka bilang kalau customer mereka memang seringkali gagal melakukan online payment, dan mereka akhirnya isi formulir itu. Iihh. Gw masih ngeles: bisa kirim lewat Western Union gitu kali gak?

Eh yang ada reservasi gw di-cancel, karena gw kelamaan mikir.

Ya udah lah gw nyerah aja, mari kita isi form. Daripada ngejembrengin informasi di fax, maka form itu gw scan, lalu kirim lewat email. Yaah mudah-mudahan lebih aman laah. Kamis siang, payment gw berhasil dilakukan dan gw dikirimin voucher untuk ditukar tiket di counter Air Bagan di bandara Chiang Mai.

Good. Done.

Sialnya setelah itu baru gw nemu artikel kalau pemilik Air Bagan itu terkait dengan junta militer Burma.

Damn.

Advertisements