Sesungguhnya, setiap hari terasa seperti Jumatan di sini 🙂 Ke mana pun mata memandang, mayoritas laki-laki akan memakai sarung kotak-kotak ini dengan padanan kemeja putih. Mereka ini pada punya berapa potong ya kemeja putihnya?

Sementara yang perempuan, ya juga pakai sarung panjang ini. Sarung ini, buat laki-laki maupun perempuan, disebutnya longyi (baca: long-ji). Yang membedakan longyi laki-laki dan perempuan adalah cara mengikat/menyimpulnya. Kalau laki-laki, simpulnya di tengah, sementara yang perempuan itu ke samping.

Tentu saja ada juga orang-orang yang berpakaian non-sarung. Moe Moe kadang pakai sarung, kadang pakai jeans. Kayaknya sih ya suka-suka aja. Tergantung cucian yang kering kali ya haha.

Perhatikanlah apa yang dipegang si Mbak di atas dan si Mas di bawah. Mereka pegang rantang kecil gitu kan? Gw rasa ini national lunch box deh. Secara di mana-mana orang pada bawa rantang dua susun kayak gitu. Sempet pengen beli sih tapi lupa. Eh tapi kan aneh ya, mosok pulang dari Burma bawanya rantang…

Tentunya juga banyak orang-orang dengan baju Suu Kyi atau NLD, kayak si mbak ini. Di pasar, di jalanan, deket hotel, ada aja ketemu orang pakai baju Suu Kyi. Baju iniiii lho yang gw pengeeeen banget, tapi kok ya pas abisssss *tersedu*

Dan pastinyaaaa di jalanan akan ketemu mereka: Buddhist monks. Dari yang pakai sandal sampai nyeker. Dari yang selempangin tas sampai sibuk nelfon. Dari yang bawa mangkok hitamnya sampai nenteng plastik belanjaan.

Kota ini emang mempesona!

Advertisements