Tags

Christmas treeSelamat Natal semuanya! *sambildadahpiludarikantor*

Meski kemarin gembira karena Natal, semalam sebelumnya bukan saat yang menyenangkan. Begitu baca di Twitter kalau jemaat HKBP Filadelfia dilempari tokai, air kencing pas mereka misa, gw langsung gelisah. Dasar setan jahanam itu mereka yang nyerang! Pernah nggak sih mereka ngebayangin gimana rasanya shalat Ied trus dilemparin tokai? Tokai gitu lho for God sake!
Kejadian edan itu sesungguhnya jauh dari tindakan ‘membela Tuhan’ – sesuatu yang mereka sangka tengah mereka kerjakan. Tapi mereka justru menghina Tuhan karena nggak pakai otak!

serviamKalau sudah begini, gw selalu bersyukur pernah sekolah di seolah Katolik. Paling nggak selama 3 tahun di SMP St Ursula, gw ngerasain gimana rasanya berada di tengah lingkungan dengan agama yang beda sama gw. Tiap pekan ikut ke gereja buat misa, nyanyi dari Madah Bakti dan mengintip materi pelajaran mereka. Saat dulu itu pun, gw sama sekali nggak merasa tertekan atau apa gitu. Ya gw anggap saja sebagai anjangsana untuk tahu apa dan bagaimana agama Katolik.

Gw senang bisa berkesempatan masuk ke Gereja Katedral dan ikut misa, meski gak pernah mudeng kapan harus berlutut dan kapan harus berdiri. Gw senang ikut nyanyi ‘Anak domba Allah’ dari Madah Bakti. Gw masih hafal lagu ‘Bapa Kami’ dan urutan bikin tanda salib. Dan gw masih ingat betul satu kalimat di Alkitab pas pelajaran di kelas: kasihilah musuhmu seperti kau mengasihi diri sendiri.

Merasakan jadi minoritas. Gw senang bisa punya pengalaman itu. Toh menjadi minoritas ketika gw sekolah tidak membuat gw menderita atau teraniaya. Gw nggak dipaksa ke gereja, nyanyi, atau ikut pelajaran. I did all of that out of curiosity and for the sake of knowledge. Karena gw sedang menggunakan otak yang sudah dikasih Tuhan.

Kata nyokap kita nggak boleh mendoakan yang jelek untuk para penyerang misa Natal itu. Justru harus mendoakan semoga mereka insaf dan menyadari kesalahan. Hm, oke lah. Tapi abis itu sekaliiiii aja mereka harus ngerasain gimana rasanya gak boleh salat di mesjid, dilempari  tokai dan air kencing pas salat atau harus ngumpet-ngumpet untuk salat. Biar sekali-sekali ngerasain gimana rasanya jadi minoritas yang teraniaya.

Dok. Tempo

Dok. Tempo

Gw masih bersedih kalau ingat apa yang dialami jemaat HKBP Filadelfia, GKI Yasmin, Ahmadiyah dan jemaat/jemaah lain yang masih menderita. My heart goes to you.

Semoga damai di bumi sekarang dan selama-lamanya, amin.

Advertisements