poster-horizontal-hipm1Begitu April tiba, maka film yang harus ditonton adalah “Hari Ini Pasti Menang”. Ini adalah film karya sutradara Andibachtiar Yusuf, yang adalah suaminya temen gw seangkatan Chevening Swastika Nohara.

Dan karena gw bukan penyuka bola, film ini beneran eye-opener buat gw. 

Ini adalah catatan utama: gw bukan penyuka bola. Meski begitu, gw cukup tahu bahwa judi bola itu ada. Dari jaman kuliah juga suka denger soal itu. Juga istilah ‘lek-lekan’ atau ‘ngevoor’ yang gak pernah gw tau apa artinya itu.

Tapi sungguh asik menonton drama dan aksi sepakbola yang disuguhkan “Hari Ini Pasti Menang”. Hilman selalu bilang kalau nonton bola di stadion itu rasanya beda. Pasti akan membuat kita terbawa suasana, terbawa gemuruh di sana dan sebagainya. Dan gw bisa melihat itu ketika nonton filmnya Ucup ini. Apalagi stadionnya keren gitu 🙂 

Gw suka si pemeran Gabriel Omar. Dia cocok dengan gambaran Desta si manajer sebagai anak muda yang jago olahraga yang sedikit arogan karena dia jago. Gestur dan ekspresi wajahnya pas bener. Tapi maaf ya Mas, saya lupa nama sampeyan kekekeke. Melihat penggambaran Gabriel Omar di situ tuh kayak liat gambaran tentang pemain sepakbola di luar negeri, yang dikerubuti cewek-cewek kece dan wangi, penuh skandal dan intrik dan sebagainya. Kalau inget pemain sepakbola lokal kan biasanya lebih identik sama gaji yang gak dibayarin hehe.

Gw juga suka sama pemeran Andien, si wartawan olahraga itu. Yang paling nendang adalah ketika dia hadir di press conference dan misuh-misuh karena ada “wartawan” infotainment di situ. Pas temennya bilang,”Mereka kan wartawan juga,”, Andien langsung menyergah,”Wartawan pala lo!” Hahaha, you rawk girl!

Gw menikmati suguhan soal judi bola yang ditampilkan di situ. Si bandar gendut botak itu tongkrongannya meyakinkan banget. Trus siapa itu yang marah-marah melulu di kafe kalo nyaris kalah taruhan. Serta gimana Ray Sahetapy keren banget menjadi Coach Bram. Pas si Coach Bram itu minta revisi kontrak dan “berpidato” soal peran dia terhadap klub Jakarta Metropolitan, gw sampai bilang ke Hilman,”Emang harus Ray Sahetapy yang main ini.” Top!

Film ini emang panjang, sampai 2 jam durasinya. Drama bapak-anaknya menarik, apalagi Mathias Muchus yang main jadi bapaknya. Sudah pasti keren lah. At some points, film ini pacenya kayak lambat gitu, tapi sejauh ini sih gw nggak keberatan. Yang terasa gantung adalah posisi si editornya Andien (dia sebenernya ngedukung Andien nulis itu atau enggak toh?) dan kok bisa teror demi teror yang menyasar ke Andien itu sepertinya nggak berdampak ke dia — kecuali teror yang terakhir pas Andien naik sepeda itu.

Musiknya pun asik. Pas gw pertama tau Ananda Sukarlan yang garap musik film ini, gw sempet terheran-heran. Ananda Sukarlan bukannya klasik banget ya? Eh ternyata asik aja gitu lho ketika pianonya Ananda Sukarlan dimasukin ke dalam film tentang bola ini. Gw suka ketika lagu Indonesia Raya dimainkan dengan nada minor pas si GO 8 berlaku tidak senonoh. Pas!

Dan yang paaaaaling gw suka dari film “Hari Ini Pasti Menang” adalah detil-detil kecilnya. Dari awal, ketekunan terhadap detil ini udah diperlihatkan, yang soal kliping koran itu. Dari berita yang serius, sampai selipan soal berita-berita gosip olahraga itu, seru banget ngeliatnya. Juga detil soal duit IDR yang dipakai di situ. Gambarnya Gus Dur gitu lhoh! Yang juga asik adalah melihat foto Presiden & Wapres yang dipasang di situ. Tentu saja gw gatau siapa mereka, tapi the fact that di film itu gak pasang foto SBY-Boed sebagai Pres-Wapres itu menurut gw pilihan yang asik.

Dan pasangan Tika-Ucup tentu tidak melewatkan kesempatan hadir di dalam film mereka sendiri, hahaha. Tika yang ngelayat dan Tika yang jadi presenter berita itu lhoh. Sayangnya make-up Tika sang presenter terlalu medok, keliatan gak rapi gitu make-upnya. Juga Ucup yang ngelayat ke rumah Gabriel Omar pas bapaknya meninggal.

Dan yang paling nendang ya adegan-adegan nyaris terakhir yang memperlihatkan tumpukan tabloid dengan wajah Ucup segede gambreng di halaman depan. Dan dia pun di situ sebagai Ketua PSSI, haha! Haddeeeeeh! Posenya itu lhoh! 

Overall, sebagai bukan penggemar bola, gw sukaaaaa sama film ini. Gw suka ide dasar film ini yang mencoba menghadirkan sepakbola Indonesia yang punya prestasi, keren dan dipuja-puja, meski juga menyelipkan the dark side-nya berupa judi dan suap.

Ucup & Tika, congrats luar biasa buat kalian ya! *peluk*

And you should watch the behind the scene here. 

Advertisements