DSC_2267Tadi siang ada perayaan Hari Kartini di TK-nya Senja.

Ini adalah acara yang sudah diumumkan oleh sekolah lewat edaran sejak awal April. Bahwa di hari itu akan ada fashion show dengan busana daerah.

Aha, tiba saatnya berhadapan dengan hal-hal seperti ini rupanya. 

Ketika hari H tiba, oke, mari kita hadapi ini Senja 🙂 Senja ke sekolah dengan busana Betawi ceritanya — ini artinya pakai kemeja putih dari Kakungnya, celana panjang hitam, dan sarung merah yang dilipat dan ditaruh di leher. Oh ya, plus peci. Tentu tidak ada barang baru yang harus dibeli atau disewa karena semuanya berasal dari lemari pakaian Senja. 

Kalau kata Mbaknya Senja sih, salah satu emak yang anaknya sekolah di situ punya salon, yang menyewakan busana daerah anak. Dia mendata ortu-ortu yang mau nyewa baju daerah untuk anaknya di acara itu. Dan karena banyak, si empunya salon lah yang datang ke sekolah lengkap dengan peranti baju-baju daerah itu. Eits… peluang emang harus ditegrep!

Sampai di sekolah, yang heboh nggak cuma anak-anaknya… tapi juga ortunya. Seliweran juga anak-anak dengan berbagai busana daerah; ada yang dari Jawa, Betawi, Kalimantan, Papua, Sulawesi.. macem-macem. Seru sih karena warna-warni, tapi jadi mikir juga. Kenapa nggak pakai konsep ini justru ketika peringatan 17 Agustus? Atau hari Sumpah Pemuda? Kenapa justru memilih hari Kartini, yang titik tekannya adalah pada pendidikan, untuk parade busana daerah?

Menurut gw sih akan lebih klop sama gagasan Kartini kalau ngadain festival buku, misalnya. Ngajakin anak-anak sekolah untuk nyumbang buku untuk anak lain, rasanya itu lebih bisa mengasah empati. Atau bikin workshop menulis surat, lucu juga kan. Buat anak jaman sekarang, menulis surat udah oh so last decade banget kali yak haha.

DSC_2279

Lalu satu per satu anak tampil di atas panggung. Termasuk Senja yang tengah menjalankan salah satu konformitas awal dalam kehidupannya ini, hehe. Gw tentunya foto-foto, demi dokumentasi. Takjub juga karena Senja mau aja melakukan ini tanpa perlawanan, haha.

Tapi again, what’s the point coba tuh dengan fashion show? Oke lah ini melatih anak percaya diri. Tapi pasti ada deh cara melatih kepercayaan diri anak yang juga punya  muatan edukasional… Misalnya gini: yang kelas TK kan udah mulai bisa nulis dan baca tuh, ya mereka kan bisa diminta nulis surat pendek untuk ortunya. Trus dibacain di atas panggung. Dijamin deh banyak emak-emak yang bakal tersedu-sedu…

DSC_2311

Artinya, perayaan yang model begini kan selain lebih cihuy, juga lebih tepat guna. Apalagi sudah ada spanduk segede gaban di depan: Habis Gelap Terbitlah Terang. Dengan begitu kan semestinya ada tanggung jawab moral untuk menjelaskan, “terang” seperti apa yang dimaksud di sini. Kartini tidak hanya diperkenalkan sebagai “pahlawan bangsa yang harum namanya itu”, tapi justru dari apa yang diperjuangkan Ibu Kartini.

Dulu gw dan Hil sukses menggagalkan rencana sekolah manggil topeng monyet buat pertunjukan ke anak-anak. Kami berargumen, tidak baik mengajarkan konsep penyiksaan binatang kepada anak-anak. Langkah ini sukses, meski lantas sekolah mesti bikin edaran baru kepada ortu, berisi permintaan maaf karena pertunjukan topeng monyet batal dilakukan kekekek.

Dem, harusnya gw nggak nulis ini sekarang, tapi ngomong ini ke sekolahnya Senja begitu terima edaran yak #plak

Advertisements