BukberBulan puasa datang, artinya ajakan bukber alias buka bersama segera datang.

Ajakan pertama, datang dari temen-temen SMA.

Nah undangan bukber pertama ini adalah undangan massal. Ditujukan pada seluruh anak angkatan 96 di SMA gw yang langganan kebanjiran sampai lantai 2 itu. Anak Fis, Bio dan Sos gabung semua. Waktu gw kelas 3 aja nih ya, kelas Fis ada 5, kelas Bio ada 3 atau 4 dan kelas Sos ada 3. Dengan masing-masing kelas itu isinya 30-40 orang, kebayang dong seisi sekolah gw itu seember banyaknya.

Tahun lalu, gw ikut undangan buka bareng yang massal itu. Gw sengaja janjian dulu sama sohib-sohib gw pas kelas 2 SMA, Lily dan Rina. Dan kami end up mojok aja bertigaan sambil cekikikan dan gosipin orang. Sibuk nunjuk-nunjuk orang-orang yang hadir di bukber sambil clueless: “Gw tau tampangnya, tapi siapa ya namanya? Dia kelas apa dulu pas SMA?”

Di ujung pertemuan tahun lalu itu, gw disapa oleh seorang kawan. Sumpah mati gw cuma tau namanya, nothing more than that. Gw bahkan gak inget dia itu kelas Fis, Bio atau Sos. Dan kalimat kedua dia setelah “Hai Cit! Apa kabar?” adalah “Gimana kabarnya XXX?” — dan XXX itu adalah nama pacar gw pas SMA. Dweeengg!

Jadi somehow itu bukber massal jadi pengalaman yang agak mendebarkan gitu, haha. The more nggak the merrier buat gw… malah berasa jadi lost in translation dan terjebak basa-basi. Kayaknya gw lebih tipe pertemuan yang sedikit orang, saling kenal deket, lalu bisa ngobrol dengan santai.

Ki-ka: Fonty, Rina, gw, Ira, Lily

Ki-ka: Fonty, Rina, gw, Ira, Lily

Makdarit gw dateng di acara bukber yang dibikin  Lily, sohib pas kelas 2 SMA. Dan yang hadir di acara bukber itu cuma 5 orang: gw, Lily, Rina, Fonty dan Ira. Tapi dengan sedikit orang itu, obrolan jadi intensif, semua kebagian perhatian, dan gw udah pasti kenal si kawan itu lebih dari sekadar nama 🙂

Sayangnya yang cowok-cowok pada nggak ada. Bukannya nggak akrab, tapi karena Iboy nggak ada untuk menggerakkan cowok-cowok itu dateng *alesan*

Umur emang gak bisa boong. Penggunaan waktu pun mesti dipilih cermat untuk menentukan acara bukber mana yang disambangi.

Secara ongkos taksi pulang mahal ya booooo *nangis*

Advertisements