Angkor WatSiang tadi rombongan wartawan yang ikut media trip ini diajak ke Angkor Wat. Harusnya berangkat jam 13.45, tapi karena gw paling telat dateng thanks to the delayed flight, makdarit rada telat berangkatnya. 

Maka melajulah kita ke Angkor Wat… 

Gw pikir gw bakalan terpesona sama Angkor Wat… tapi ternyata enggak. Lempeng aja gitu pas ngeliat itu. Saat itu gw merasa Borobudur jauh lebih megah dan detil dan mempesona. Angkor Wat ini juga terasa less menarik karena nggak semua batu itu ada reliefnya. 

100_0831 small

Tapi yang menarik di sini adalah stone conservation project, hasil kerjasama dengan ICCROM dan World Monument Fund. Menurut Simon Warrack dari ICCROM, di project ini, orang-orang Kamboja diajarin cara untuk merawat batu-batuan di Angkor Wat ini. Dan sekarang, lagi ada angkatan pertama anak-anak muda Kamboja yang belajar cara merawat batu-batuan di Angkor Wat. 

100_0834 small

Kelompok ini digawangi sama Long Nary, yang mulai akrab dengan Angkor Wat sejak 20 tahun lalu sebagai pemandu wisata. Menurut orang dari ICCROM, si Long Nary ini yang paling senior lah di antara pemandu wisata lainnya… he knows Angkor Wat by heart. Dia bahkan dikirim juga ke Rome untuk belajar soal stone preservation dan stone carving. 

Dan sekarang, Long Nary ini ngajarin 20 anak-anak muda Khmer untuk belajar hal yang sama. Salah satunya ada Sao Ratanak yang umurnya baru 19 tahun. Baru lulus SMA, lalu ikut kerja di sini. Untuk kerja dan belajar tentang stone preservation itu siapa saja bisa mendaftar…. dan ini ya kayak lowongan kerja aja gitu. Sambil belajar, mereka bakal dapat sertifikat internasional yang diharapkan bisa ikut mendongkrak gaji mereka. 

100_0828 small

Nah yang dikerjain Sao Ratanak dan temen-temennya ini lucu juga. Jadi hari itu tuh mereka kayak dikasih latihan. Mereka harus mempelajari batu-batuan yang ada di Angkor Wat. Lalu mereka dibekali sejumlah tools. Yang mereka lakukan adalah nyocokin lekuk-lekuk di batu dengan tools yang ada. Jadi, mereka pingin tahu, carving atau lekukan yang anu itu tuh dibikin dengan alat kayak apa. 

Daaan setelah latian itu, ternyata mereka bakal disuruh untuk carving their own stones. Dengan alat-alat yang mereka pelajari sebelumnya itu. Jadi ceritanya sih dengan begitu diharapkan tumbuh rasa cinta sama stone preservation.. karena mereka paham betul betapa susahnya mengukir batu-batuan itu. 

Menarik menarik. Mestinya langkah begini bisa juga dikerjain di negeri sendiri ya. Untuk tempat wisat macam begini, yang penting digarap bukan sekadar pariwisatanya, tapi juga benda yang membuat orang-orang datang berkunjung. 

Noted. Meski Angkor Wat kurang memberi kesen, stone conservation project-nya super keren!

Advertisements