malaysia tourismSelamat malam dari Kuala Lumpur.

Tadi siang sampai di KL untuk acara yang dibikin sama Malaysia Kini, yang adalah partner kantor gw. Acaranya masih besok, tapi kan ceritanya siap-siap. Nah, hotel kami adalah di Aloft seberangnya KL Central. Karena bawa kardus gede, gw dan Mbak Eni memutuskan untuk naik taksi.

Dan si supir ini bukan sekadar supir taksi… 

DSC_0002Begitu kita duduk, supir taksi langsung sibuk di depan. Awalnya gw heran, ini supir kok ribet amat ya bawa bundel document keeper. Plus bawa tab pula! Makmur amat jadi supir yaak.. gitu yang terlintas di kepala.

Lalu muncullah langkah demi langkah yang mengejutkan. Pertama, dia kasih kartu nama. Lengkap dengan promosi, bisa telfon dia kapan aja untuk ke tempat-tempat wisata di Kuala Lumpur.

Kedua, dia keluarin deh itu bundel document keeper-nya. Ternyata isinya adalah aneka brosur tempat wisata di KL. Wiiih lengkap amaat… brosurnya banyak pula. Dan di dalam document keeper itu, ada juga foto-foto icon wisata di KL. Laah ini keren amat.

DSC_0004

Nah, masih ada lagi langkah ketiga. Dia keluarin tablet yang tadi gw liat, trus dikasih ke kita. Eeeh, freebies naik taksi? Hihihi bukan dong. Itu tab udah diisi, lagi-lagi, dengan aneka foto tempat wisata di KL.

Wiiihhh top amat ya. Bayangkan betapa efektifnya promosi pariwisata kalau pakai “agen” macam si supir taksi. Ini adalah taksi resmi bandara, dan pasti jumlahnya banyak dong. Kalau setiap penumpang di-speak-in dengan kenyamanan seperti itu, wah ya nggak heran kalau pariwisatanya maju.

DSC_0005

Mestinyaaaaaa ini kan bisa juga kita lakukan ya. Pilih aja gitu satu-dua operator taksi yang terpercaya, atau minimal taksi dengan stiker bandara, lalu lengkapi dengan brosur pariwisata seputar Jakarta. Gak perlu dikasih tab kali ya, ntar dicopet penumpang hahahaha!

Etapi… kalau turis mau wisata di Jakarta, diajak ke mana? Ke mal? Ciiihhh…

Advertisements