Oh well. Update terakhir blog ini ternyata adalah Januari 2014 soal trip ke Kuala Lumpur. Baiklah, mari kita update dengan trip Kuala Lumpur (lagi).

Kiri Tony Cruz, kanan Roy Ngerng.

Kiri Tony Cruz, kanan Roy Ngerng.

Kali ini undangan datang dari SEAPA, yang lagi bikin regional conference soal Media and Internet Freedom #MediaNetAsia14. I didn’t expect anything but fun here, tapi ternyata gw bertemu dua pujaan hati baru di sana. Dan mereka adalah blogger. Mereka pula lah yang jadi alasan gw untuk mengupdate blog ini sekarang.

@tonyocruz

Yang pertama adalah Tony Cruz. Gw sebelumnya sempet ketemu dia di Jakarta di acara 4M Conference. Di situ dia presentasi soal kekuatan blogger Filipina yang banyak menginisiasi aksi kemanusiaan untuk bencana sampai dapat press credential untuk liputan Pemilu. Dia dapat pekerjaannya dia sekarang ya karena jadi blogger itu. Blogger di Filipina itu terhitung solid, suka bikin acara bareng, sampai bikin perlombaan blog nasional. Tonyo bilang dia juga suka diminta mereview produk, seperti yang sering dilakukan oleh blogger. Tapi kata dia, dia hanya mau mereview yang barangnya udah dia pakai. Dari blogger pula, dia sekarang punya kolom sendiri di salah satu harian nasional Filipina. Mak. Aku iri pwol.

@sexiespider

Yang kedua adalah Roy Ngerng. Percayalah, gw nggak tau gimana cara menyebutkan nama belakangnya itu. Pas acara mau mulai, gw duduk sebelahan sama dia, tapi gw gak tau siapa dia. Tiba-tiba Director SEAPA Ghayatry Venkiteswaran lewat dan menyapa Roy sembari bilang kalau,”There are people whom I want you to meet, you have fans here!” Gw curiga dong, langsung nge-google nama dia. Dan gw pun terbengong-bengong.

Ketika Roy ini sudah mau mulai sesinya bicara sebagai panelis, Ghayatry mengundang Roy ke depan, bareng Tony Cruz, dengan cara begini: “He’s now being sued by the Singapore Prime Minister, how could you get any cooler than that?!”

Ringkasnya gini: dia digugat PM Singapura Lee Hsien Loong karena memprotes soal dana pensiun warga Singapura yang dipotong separuh oleh Pemerintah untuk investasi (mudah-mudahan gw gak salah nangkep). Dari tulisan di blognya, Roy kemudian bikin protes yang dihadiri ribuan orang di Singapura. Abis itu dia juga bikin crowdfunding dari warga untuk membiayai legal fees begitu dia tahu kalau dia digugat PM Singapura.

Wih, sangar yak. Tapi coba deh liat wajahnya. Nggak ada potongan sama sekali bok. He’s way too cute hahahaha. Gw ngobrol sama dia over lunch, lalu wawancara sama dia (sialnya kualitas audio di SoundCloud kok tiba-tiba jelek, jadi hasil wawancara susah disimak). Dari situ ketara banget betapa passionate dia untuk bicara soal perubahan di Singapura. Gile bo, Singapura gitu lhoh. “I want my fellow Singaporeans to be brave.”

@ritthyou

Sebetulnya sih ini bukan kali pertama gw ketemu sesama blogger yang inspiratif. Di acara 4M Conference di Jakarta, gw ketemu sama Ou Ritthy dari Kamboja. Wah dia juga keren banget ini. Sejak mulai nulis, dia menetapkan diri sebagai ‘political blogger’ dan bilang kalau ‘I write only about politics’. Masih muda bow. Pas lagi salah satu sesi di 4M Conference itu dia cerita kalau Pemilu yang tahun ini di Kamboja disebut sebagai ‘Facebook Election’ karena jalur yang bisa dimasuki oleh kelompok oposisi hanyalah Facebook, karena media dikuasai pemerintah. Dan kelompok oposisi pun melesat populer berkat Facebook ini.

Sebagai blogger, dia ingin lebih banyak lagi anak muda Kamboja yang menulis soal politik. Gak cuma diskusi, gak cuma protes, gak cuma ngeluh – tapi nulis. Dia lantas nulis panjang lebar analisa politik di blognya, ngundang anak-anak muda untuk ngopi bareng dan ngobrol – lantas nulis – soal politik. Dari situ dia ‘menghasilkan’ anak-anak muda yang suka nulis politik juga. “Some of them are only 2nd grade in the university but they’re already invited by international media to become political analyst, can you imagine that?” Waaah ikut bangga!

Gara-gara mereka bertiga, gw jadi berasa makjleb. Pertama, karena I used to blog a lot. I mean, A LOT. Ya sampai jadi buku gitu lho, kan itu ada arti penting buat gw. But then I didn’t blog that much, uhuk. Kedua, karena mereka menulis di soal-soal ‘berat’ dan menjadi inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya. Dan ketiga, karena mereka masih kinyis-kinyis amaaattttt.

Bloggers

Karena mereka bertiga pula, mari gw teguhkan kembali ikrar gw untuk me-nu-lis la-gi. Mungkin bukan political stuff, tapi paling enggak mulai nulis lagi. Amin. Mari kita jadikan ini sebagai resolusi tahun 2015 #lho #masihlamadeh

Advertisements